Jumat, 29 Mei 2026

Idul Adha 2026

Temuan Cacing Hati di Sapi Kurban Tulungagung, DPKH Pastikan Daging Tetap Aman Dikonsumsi

DPKH Tulungagung temukan cacing hati pada sapi kurban, namun daging lain tetap dinyatakan layak konsumsi.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/David Yohanes
PERIKSA  - Petugas memeriksa kesehatan sapi kurban dari Presiden Prabowo yang disalurkan di Masjid Syariful Mutaqin di Desa/Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026) lalu. Selama 2 hari penyembelihan hewan kurban, petugas kesehatan hewan menemukan 7 sapi dengan cacing hati dan 1 ekor sapi rusak organ hatinya. 

Ringkasan Berita:
  • DPKH Tulungagung menemukan cacing hati pada 7 sapi kurban dan 1 hati membiru. 
  • Organ yang terinfeksi dimusnahkan, namun daging lainnya tetap aman dikonsumsi. 
  • Pemeriksaan melibatkan 60 dokter hewan dan pengawasan dilakukan hingga akhir penyembelihan.
 

 

SURYA.CO.ID TULUNGAGUNG - Petugas DPKH Tulungagung menemukan cacing hati pada sejumlah sapi kurban dan satu hati membiru tidak layak konsumsi.

Meski begitu, seluruh daging lainnya dipastikan aman setelah pemeriksaan ante mortem dan post mortem.

Cacing Hati Ditemukan pada Sapi Kurban Tulungagung

Petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung menemukan adanya cacing hati pada tujuh ekor sapi kurban saat proses pemeriksaan Iduladha. Selain itu, satu sapi lainnya ditemukan memiliki organ hati yang membiru dan dinyatakan tidak layak konsumsi.

Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan DPKH Tulungagung, Eersthanty Novelita, menegaskan bahwa secara umum daging kurban tetap aman untuk dikonsumsi.

“Hanya organ hati yang bermasalah itu tidak boleh dikonsumsi. Namun daging lainnya masih layak konsumsi,” jelasnya, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Sapi Kurban Kabur Masuk Dealer Mobil di Banyuwangi, Berakhir Disembelih di Halaman Honda

Temuan tersebut terjadi di sejumlah titik, termasuk rumah pemotongan hewan yang juga digunakan untuk penyembelihan kurban. Dari 21 ekor sapi yang dipotong, satu di antaranya mengalami kerusakan pada organ hati.

Petugas kemudian memastikan organ yang terinfeksi tidak digunakan dan harus dimusnahkan, sementara bagian daging lainnya tetap dinyatakan aman.

“Yang terinfeksi cacing dibuang, tidak dimakan. Sisanya semua masih layak dikonsumsi,” tegas Eersthanty.

Pengawasan Ketat dan Hasil Pemeriksaan Menyeluruh

DPKH Tulungagung mengerahkan sekitar 30 dokter hewan dari tujuh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), serta melibatkan 30 dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk memperketat pengawasan kurban di seluruh wilayah.

Para petugas sebelumnya telah mendapat pembekalan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik ante mortem saat hewan masih hidup maupun post mortem setelah penyembelihan.

Baca juga: Pastikan Daging Kurban Aman dari Parasit, Pakar Unair Ingatkan Ancaman Cacing Hati

Selain kasus temuan tersebut, DPKH juga mengawal sapi kurban bantuan Presiden Prabowo berupa sapi jenis limosin seberat 1 ton 50 kilogram. Hewan tersebut dipastikan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi sepenuhnya.

Eersthanty menyebut proses penyembelihan hewan kurban di Tulungagung masih akan berlangsung hingga Sabtu (30/5/2026). Ia juga mencatat adanya pergeseran tren, di mana jumlah kambing kurban cenderung meningkat dibanding sapi akibat perbedaan harga di pasaran.

“Harga sapi naik jauh sebelum menjelang Iduladha, sementara kambing justru turun. Kalau dilihat di masjid-masjid lebih banyak kambing,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved