Selasa, 2 Juni 2026

Idul Adha 2026

Kambing Hias Diarak Keliling Kampung Meriahkan Iduladha di Lumajang

Warga mengarak 'Kambing Hias' sebelum disembelih dan dagingnya dibagikan, Kamis (27/5/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Imam Nahwawi
KAMBING HIAS IDUL ADHA: Kambing dihias di Desa Labruk Kidul Kecamatan Sukosari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (27/5/2026) Kambing tersebut diarak keliling kampung sebelum disembelih di Desa Labruk Kidul Kecamatan Sukosari Kabupaten Lumajang. 

Ringkasan Berita:
  • Warga di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merayakan Hari Raya Idul Adha dengan cara unik.
  • Warga mengarak 'Kambing Hias' sebelum disembelih dan dagingnya dibagikan, Kamis (27/5/2026).
  • Tradisi dulu seperti ini, warga menghiasi kambing atau sapi yang akan dikurbankan menggunakan gantungan ketupat.

 


SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Warga di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merayakan Hari Raya Idul Adha dengan cara unik.

Mereka mengarak enam kambing sebelum disembelih dan dagingnya dibagikan, Kamis (27/5/2026).

'Kambing Hias' yang diarak itu disebut merupakan tradisi warga Desa Labruk Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang secara turun temurun saat merayakan hari raya kurban.

Nampak, warga menghiasi kambing kambing tersebut dengan kostum warna warni, serta dilengkapi bunga bagaikan fashion show hewan.

Kemudian mereka mengarak ternak tersebut keliling kampung sambil melantunkan takbir bagaikan konvoi kambing. 

Setelah itu, warga menyerahkan hewan kurban itu di panitia di masjid dan musala untuk disembelih.

Baca juga: Prabowo Beli Sapi 1,1 Ton Milik Peternak Muda Lumajang, Rehan: Bangga Sekali Rasanya

 

Tradisi Desa Labruk Kidul


Ribut Santoso, warga yang berkurban kambing mengatakan, tradisi ini sudah berlangsung turun temurun di Desa Labruk Kidul dengan tujuan memuliakan hewan kurban.

"Ini tradisi di lingkungan kami, saya ingin menghidupkan tradisi yang dulu yang hampir punah," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, dia berharap tradisi tersebut bisa hidup kembali dan dilakukan lebih kompak lagi oleh warga, supaya dapat diteruskan generasi mendatang nantinya.

Tradisi seperti ini, kata Ribut, warga dulu menghiasi kambing atau sapi yang akan dikurbankan menggunakan gantungan ketupat.

Namun pada kegiatan kali ini, Ribut mencoba menggunakan kostum lebih modern untuk menghiasi hewan ternak tersebut, supaya nampak seperti karnaval kambing.

"Namun begitu, tidak meninggalkan tradisi lama berupa kain kafan dan untaian bunga dalam riasan kambing kurbannya," bebernya.

Selain itu, dia juga memberikan Pecok Bakal atau sesaji yang terdiri dari bubuk kopi, beras, gula, pisang, kembang, dan kemenyan untuk dibawa berkeliling kampung.

"Saya ingin sebelum dikurbankan agar kambingnya tidak stres saya kasih kostum tari biar kelihatan kambingnya meriah," tambahnya.

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved