Rabu, 20 Mei 2026

Transparansi Keuangan Terjaga, PMI Lamongan Raih Predikat Tertinggi Audit WTP

Palang Merah Indonesia (PMI)  Lamongan, Jawa Timur  memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Hanif Manshuri
PELANTIKAN - Proses pelantikan pengurus PMI kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030, Rabu (20/5/2026). Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan, Jawa Timur memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 

Ringkasan Berita:
  • PMI Kabupaten Lamongan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan Tahun Anggaran 2025.
  • Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan PMI berperan penting dalam pelayanan sosial, kesehatan, dan aksi kemanusiaan.
  • PMI Lamongan terus memperkuat pelayanan darah, kesiapsiagaan bencana, serta pembinaan relawan dan PMR.

 

SURYA.co.id LAMONGAN - Palang Merah Indonesia (PMI)  Lamongan, Jawa Timur memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Predikat tertinggi dalam audit keuangan karena dinilai telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Penilaian PMI Kabupaten Lamongan tersebut setelah  menerima laporan auditor Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik, Bambang Sutjipto Ngumar.

Mitra Strategis Pemerintah

Di balik prestasi WTP, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengingatkan bahwa PMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ia  menekankan pentingnya musyawarah kerja PMI sebagai langkah menyusun program yang realistis dan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga: Harkitnas ke-118, Lamongan Tekankan Literasi Digital dan Kedaulatan Informasi

"Seluruh program yang direncanakan harus nyata, realistis, dan benar-benar bisa dijalankan sehingga manfaat PMI terus dirasakan masyarakat,”  pesan  Yuhronur, Rabu (20/5/2026) yang ditujukan kepada pengurus PMI  kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030.

Aktif dalam Berbagai Aksi Kemanusiaan

Menurutnya, peran PMI selama ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan darah, tetapi juga aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan seperti penanganan bencana, bantuan sosial, pelayanan kesehatan, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR).

Masih kata Kaji Yes, PMI selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya soal darah, tetapi juga membantu masyarakat saat terjadi bencana, memberikan pertolongan pertama, hingga membangun semangat kemanusiaan melalui pembinaan relawan dan PMR.

Ia menilai kontribusi PMI turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Lamongan

Indikator Positif Pembangunan Daerah

Ia menyebut capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang hampir menyentuh angka 76,81 dan angka usia harapan hidup mendekati 75,40 menjadi indikator positif pembangunan daerah.

“Pembangunan kesehatan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana menghadirkan kemaslahatan melalui pelayanan dan lembaga sosial yang kuat, salah satunya PMI,” tuturnya.

Ia  juga menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan. Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), kebutuhan darah ideal minimal mencapai dua persen dari jumlah penduduk.

Dan menurutnya, itu menjadi tantangan bersama karena PMI bergerak berbasis kerelawanan.

Karena itu harus terus disosialisasikan dan diapresiasi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved