Babinsa Koramil Tikung Lamongan Bantu Mbah Gendok yang Rumahnya Ambruk
Dapur sederhana berbahan bambu dan kayu milik mereka di Dusun Pengaron RT 003/RW 001 ambruk
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Hujan deras disertai angin kencang merobohkan dapur bambu milik pasangan lansia Mbah Gendok (70) dan Pak Sholikin di Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Sabtu (16/5/2026) sore.
- Sertu Rianto, Babinsa Koramil 0812/04 Tikung, sigap datang membantu warga membersihkan puing-puing bangunan dan memastikan lokasi aman.
- Kehadiran Babinsa bersama warga mempercepat pembersihan. Meski sedih, Mbah Gendok berterima kasih atas kepedulian TNI dan masyarakat.
SURYA.co.id LAMONGAN – Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Sabtu (16/5/2026) sore, menyisakan duka bagi pasangan lansia Mbah Gendok (70) dan suaminya, Pak Sholikin.
Dapur sederhana berbahan bambu dan kayu milik mereka di Dusun Pengaron RT 003/RW 001 ambruk diterjang angin sekitar pukul 18.00 WIB.
Bangunan tua yang selama puluhan tahun menjadi tempat memasak itu roboh dalam hitungan detik setelah diterpa angin kencang.
Puing-puing Dapur Berserakan
Saat kejadian, Mbah Gendok hanya bisa terduduk lemas di teras rumah sambil menatap puing-puing dapurnya yang berserakan.
Peralatan memasak tertimbun kayu lapuk dan genteng pecah.
Baca juga: Sinergi Polisi dan Peternak : Penjualan Hewan Kurban di Lamongan Aman
Beruntung, pasangan lansia tersebut selamat karena sedang berada di ruang depan rumah.
Di tengah suasana panik dan hujan yang belum sepenuhnya reda, bantuan datang lebih cepat dari yang dibayangkan warga.
Bantu Bersihkan Puing-puing Bangunan
Sosok berseragam terlihat bergegas memasuki gang perkampungan.
Ia adalah Sertu Rianto, Babinsa Koramil 0812/04 Tikung.
Kurang dari 30 menit setelah menerima laporan, Sertu Rianto tiba di lokasi dan langsung membantu warga membersihkan puing bangunan tanpa banyak bicara.
Dengan tangan kosong, ia mengangkat bambu patah, balok kayu basah, hingga menyingkirkan genteng yang berserakan di halaman rumah Mbah Gendok.
“Waktu saya datang, Mbah Gendok duduk di teras sambil menahan tangis. Rumahnya memang sudah tua, tapi itu satu-satunya tempat beliau berteduh,” ujar Sertu Rianto kepada SURYA.co.id, di sela membantu evakuasi puing, Minggu (17/5/2026).
Pastikan Lokasi Aman
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan lokasi aman agar pasangan lansia tersebut tidak kembali tertimpa material bangunan yang masih rapuh.
“Kami bantu bersihkan dulu biar aman, soal bangunan nanti kita koordinasikan lebih lanjut,” katanya.
| Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Wortel Terguling di Jalan Raya Bondowoso-Besuki |
|
|---|
| Dukung Pendidikan Vokasi, Bogasari Latih Guru Kuliner di Kediri Olah Bahan Pangan Lokal |
|
|---|
| Harga Gula dan Minyak Goreng di Lamongan Melonjak Tajam |
|
|---|
| Alasan Pemerintah Belum Tunjuk Pengganti Silmy Karim Usai Korupsi di Kemen Imipas Dibongkar Kejagung |
|
|---|
| Akhirnya Dirjen Bea Cukai Tanggapi Isu Terima 213.000 SGD dari Blueray, Minta Ikuti Proses Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rumah-Mbah-Gendok-yang-roboh-akibat-hujan-deras-lamongan.jpg)