Minggu, 17 Mei 2026

Berita Viral

MPR RI Puji SMAN 1 Pontianak dan Sambas yang Kompak Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar

MPR RI memuji sikap SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak yang kompak menolak final ulang LCC 4 Pilar Kalimantan Barat 2026.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Youtube
SIKAP - SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, memutuskan sekolah tidak akan mengikuti final ulang LCC 4 Pilar Kalbar 2026. 

Ringkasan Berita:
  • SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak kompak tolak final ulang LCC 4 Pilar MPR 2026.
  • MPR memuji sikap kedua sekolah sebagai bukti integritas dan sportivitas.
  • Penolakan final ulang dinilai demi transparansi dan keadilan kompetisi.

 

SURYA.CO.ID - Sikap tegas ditunjukkan oleh dua sekolah unggulan di Kalimantan Barat, SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.

Keduanya sepakat menolak keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk mengulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.

Menariknya, aksi penolakan ini justru mendapat pujian dari Ketua Badan Sosialisasi MPR, Abraham Liyanto.

Menurutnya, sikap kedua sekolah tersebut adalah bukti nyata bahwa para siswa telah menjiwai nilai-nilai kebangsaan yang mereka pelajari.

"Saya menanggapi respons kedua SMA ini dengan sangat bangga. Karena sebenarnya mereka telah mengimplementasikan apa yang mereka dapat dalam pelajaran 4 Pilar ini," ujar Abraham dikutip dari Kompas.com, Minggu (17/5/2026).

Abraham menilai, para siswa tidak hanya sekadar menghafal teori, tetapi juga berani bersikap jujur dan mengedepankan sportivitas.

"Mengutamakan persatuan, mencari keadilan, menunjukkan toleransi yang tinggi lewat pernyataan-pernyataan mereka yang demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan," tambah Abraham.

Baca juga: Profil Andre Kuncoro, Ayah Josepha Alexandra Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Skakmat Juri LCC

Alasan di Balik Penolakan

Sebelumnya, MPR berencana mengulang final karena adanya kekhilafan juri dan pembawa acara yang dianggap merugikan SMAN 1 Pontianak dan menguntungkan SMAN 1 Sambas sebagai pemenang.

Namun, kedua pihak sekolah justru memiliki pandangan yang bijak.

SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa protes yang mereka sampaikan sebelumnya bukan untuk meminta tanding ulang atau menjatuhkan pihak mana pun, melainkan demi transparansi.

“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan hanya untuk memperoleh kejelasan terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” tulis perwakilan sekolah tersebut.

Di sisi lain, SMAN 1 Sambas juga menolak final ulang. Mereka yakin para siswanya telah bertanding secara jujur sesuai aturan dan membantah segala tuduhan kecurangan atau nepotisme.

“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang Provinsi Kalimantan Barat. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri menghormati proses yang sedang berlangsung dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif serta berkeadilan,” tegas pihak SMAN 1 Sambas.

Membangun Karakter Generasi Muda

Bagi Abraham Liyanto, fenomena ini menunjukkan bahwa tujuan LCC Empat Pilar telah tercapai, yakni membentuk karakter pelajar yang berintegritas dan kritis.

Abrahamamenekankan bahwa lomba ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi soal pemahaman bernegara.

"Mendorong generasi muda memahami nilai demokrasi, toleransi, persatuan, dan konstitusi negara. Membentuk karakter pelajar yang nasionalis, dan berintegritas. Menumbuhkan budaya berpikir kritis, kerja sama tim dan sportivitas dalam berlomba," imbuh Abraham.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved