Sabtu, 16 Mei 2026

BPBD Lamongan Siaga Hadapi Kemarau Panjang 2026, Gerak Cepat Lakukan Mitigasi

Kabupaten Lamongan menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Hanif Manshuri
PERSIAPAN LOGISTIK - Logistik BPBD Lamongan yang sewaktu-waktu siap didistribusikan dan diterjunkan jika kekeringan berdampak, Jumat (15/5/2026). Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau di Lamongan dimulai secara bertahap sejak April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Lamongan menetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan menghadapi musim kemarau panjang 2026.
  • Tujuh kecamatan terancam, di antaranya Babat, Modo, Kedungpring, Karanggeneng, Laren, Maduran, dan Sekaran diprediksi terdampak awal kemarau sejak April.
  • BPBD Lamongan lakukan langkah mitigasi seperti siapkan truk tangki, tandon, serta imbau hemat air dan sesuaikan pola tanam untuk antisipasi dampak.  

 

SURYA.co.id, LAMONGAN - Kabupaten Lamongan menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi berlangsung cukup panjang. 

Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), surat edaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta arahan BPBD Provinsi Jawa Timur agar daerah rawan kekeringan segera melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Mohammad Nalikan mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau di Lamongan dimulai secara bertahap sejak April 2026.

Tujuh Kecamatan Terancam 

Diungkapkan, ada tujuh kecamatan yang diprediksi memasuki awal musim kemarau pada April dasarian II, yakni Kecamatan Babat, Modo, Kedungpring, Karanggeneng, Laren, Maduran, dan Sekaran. 

"Kemudian Kecamatan Glagah pada April dasarian III, sementara 19 kecamatan lainnya mulai memasuki musim kemarau pada Mei dasarian I,” kata Nalikan saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Perbaikan Jalan Rusak di Bengawan Jero Lamongan Pasca Banjir Segera Dimulai

Ia menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 sehingga wilayah Lamongan berpotensi mengalami musim kemarau panjang. 

Kondisi tersebut juga diperkuat dengan hasil laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamongan.

Tetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

Ditambahkan, dalam rangka kesiapsiagaan bencana kekeringan guna mengantisipasi dan meminimalisir dampak bencana, Bupati Lamongan menetapkan status Siaga Bencana Kekeringan melalui Keputusan Bupati.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan, BPBD Lamongan telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan koordinasi lintas sektor. 

Salah satunya dengan mengirim surat kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, UPT Kehutanan, dan seluruh camat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

Hemat Air dan Sesuaikan Waktu Tanam

BPBD mengimbau masyarakat melakukan penghematan air dan memanen air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Untuk sektor pertanian, petani diharapkan menyesuaikan pola dan waktu tanam dengan kondisi iklim kering.

Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder untuk menyiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Para camat juga diminta mengaktifkan posko siaga bencana serta melaporkan setiap kejadian bencana dan data masyarakat terdampak.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved