Banjir Lamongan
Perbaikan Jalan Rusak di Bengawan Jero Lamongan Pasca Banjir Segera Dimulai
Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai menindaklanjuti hasil survei lapangan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir Bengawan Jero, fokus pada perbaikan jalan rusak.
- Perencanaan teknis di Desa Kepudibener, Bojoasri–Dondoman, dan Somowinangun dengan peninggian badan jalan sekitar 1 meter.
- Jalan akan diperkuat dengan cor beton, menggunakan anggaran BTT, diharapkan kurangi dampak banjir tahunan.
SURYA.co.id, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai menindaklanjuti hasil survei lapangan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) pasca banjir di kawasan Bengawan Jero.
Sejumlah ruas jalan yang rusak akibat terendam banjir berbulan-bulan dipastikan mulai masuk tahap perencanaan teknis dan pembangunan fisik yang prosesnya akan dimulai pada bulan ini.
Proses Perencanaan di Tiga Titik Prioritas
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga Sekkab Lamongan, Mohammad Nalikan, mengatakan hasil survei yang dilakukan beberapa waktu lalu kini telah ditindaklanjuti dalam proses perencanaan di tiga titik prioritas yang selama ini menjadi wilayah terdampak banjir cukup parah.
“Tindak lanjut hasil survei kemarin sudah masuk proses perencanaan di tiga titik,” ujar Nalikan kepada SURYA.co.id, Jumat (15/5/2026).
Tiga ruas jalan yang akan mulai ditangani tersebut berada di Desa Kepudibener Kecamatan Turi dengan panjang sekitar 800 meter, kemudian ruas Bojoasri Dusun Pandantoyo menuju Dondoman sepanjang kurang lebih 350 meter, serta wilayah Somowinangun sekitar 300 meter.
Tinggikan Badan Jalan
Dalam proyek rehabilitasi tersebut, pemerintah daerah akan melakukan peninggian badan jalan hingga sekitar satu meter untuk mengurangi dampak banjir tahunan yang selama ini kerap melumpuhkan akses warga.
“Konsepnya tetap peninggian jalan sekitar satu meter, kemudian nantinya dilakukan pengecoran supaya lebih kuat dan tahan terhadap genangan,” katanya.
Survei Lapangan
Sebelumnya, Nalikan bersama tim teknis turun langsung melakukan survei lapangan ke sejumlah desa terdampak banjir di kawasan Bengawan Jero.
Dengan menggunakan sepeda motor trail, rombongan menyusuri medan berlumpur dan jalan rusak yang sebelumnya sempat terendam banjir hingga berbulan-bulan.
Dalam survei tersebut, BPBD Lamongan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah, mulai dari tim teknis Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Dinas Sosial hingga Bagian Pembangunan Pemkab Lamongan.
Desa Bojoasri di Kecamatan Kalitengah dan Desa Kepudibener di Kecamatan Turi menjadi prioritas utama lantaran wilayah tersebut mengalami genangan paling parah selama banjir Bengawan Jero berlangsung.
Bahkan di beberapa titik, air menggenang hingga sekitar empat bulan.
Akibatnya, sejumlah akses jalan desa mengalami kerusakan cukup berat. Permukaan jalan turun, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan maupun aktivitas warga sehari-hari.
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan
Pemkab Lamongan menilai penanganan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi langkah penting agar kerusakan tidak semakin meluas.
| Kabar Baik, Banjir Bengawan Jero Lamongan Mulai Surut Lewat Sluis Kuro |
|
|---|
| Jalur Alternatif Hindari Banjir Jalan Provinsi Kendalkemlagi-Simo–Sungelebak Lamongan |
|
|---|
| Wagub Jatim Emil Dardak Percepat Penanganan Banjir Lamongan, Kerahkan Pompa Apung |
|
|---|
| Strategi SDABK Atasi Banjir Lamongan: Pintu Sluis Kuro Dibuka Usai Debit Melandai |
|
|---|
| Cara Warga Lamongan Bertahan di Tengah Banjir, Andalkan Motor Roda Tiga Terjang Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/saat-banjir-melanda-Dan-akan-dibangun-pasca-banjir-tahun-ini.jpg)