Sabtu, 16 Mei 2026

4.920 Lulusan SMK Jatim Dikirim ke Luar Negeri, Terbanyak dari Tulungagung

Gubernur Khofifah melepas 967 lulusan SMK Jatim untuk magang dan kerja di luar negeri. Jepang jadi negara tujuan paling diminati.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/David Yohanes
PELEPASAN - Para peserta magang dan pekerja migran lulusan SMK saat foto bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, setelah seremoni pelepasan di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026). Total ada 967 lulusan SMK dari Tulungagung, Pacitan dan Trenggalek yang dilepas gubernur secara simbolis. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jatim Khofifah melepas 967 peserta magang dan pekerja migran lulusan SMK di Tulungagung menuju berbagai negara tujuan kerja.
  • Jepang menjadi negara paling diminati, dengan bidang kerja mulai industri, pertanian, hotel, farmasi hingga kecerdasan buatan (AI).
  • Total 4.920 lulusan SMK se-Jatim disiapkan bekerja di luar negeri sebagai upaya menekan pengangguran terbuka lulusan vokasi.

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, melepas ratusan peserta magang dan pekerja migran lulusan SMK yang akan bekerja di luar negeri. Pelepasan dilakukan di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).

Sebanyak 967 peserta diberangkatkan dalam tahap awal ini. Mereka terdiri dari 898 peserta asal Tulungagung, 54 dari Kabupaten Trenggalek dan 15 dari Kabupaten Pacitan.

Sebagai simbol pelepasan, Gubernur Khofifah menyerahkan jaket kepada perwakilan peserta magang dan pekerja migran.

“Pemberangkatan se-Jatim sebenarnya dilakukan 19 Mei. Tapi Kemendikdasmen minta tanggal 20 Mei, kami ikuti itu,” ujar Khofifah.

Jepang Jadi Negara Favorit

Khofifah mengatakan, koneksitas lulusan SMK dengan dunia kerja luar negeri selama ini terus berkembang. Menurutnya, peluang kerja bagi lulusan SMK harus terus diperluas dengan diversifikasi profesi dan penguatan kemampuan bahasa.

Ia mencontohkan peluang kerja di Jerman untuk bidang pengelasan bawah air, sementara Jepang membuka banyak kesempatan di sektor pertanian, manufaktur dan perhotelan.

“Diversifikasi profesi dari SMK sangat penting, tapi juga kemampuan bahasa. Keduanya harus menyatu,” kata Khofifah.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa total lulusan SMK yang akan diberangkatkan dari seluruh Jawa Timur mencapai 4.920 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 3.186 peserta magang dan 1.734 pekerja migran.

“Negara tujuannya seperti Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Korea Selatan. Jepang yang paling banyak diminati,” ujar Aries.

Ribuan Lulusan SMK Disiapkan Kerja di Luar Negeri

Aries menjelaskan, peserta berasal dari 112 SMK di Jawa Timur, terdiri dari 51 SMK negeri dan 61 SMK swasta.

Secara keseluruhan, Tulungagung menjadi daerah penyumbang terbesar dengan 1.628 pekerja, disusul Madiun, Sidoarjo, Pasuruan, Kabupaten Malang dan Tuban.

Sementara SMK Sore Tulungagung menjadi sekolah dengan kontribusi terbesar, yakni mencapai 717 pekerja.

“Lama kontrak ada yang 3 tahun, ada yang 5 tahun. Misalnya yang magang 3 tahun, karena sudah nyaman bisa diteruskan jika masa kerja berakhir,” tutur Aries.

Bidang pekerjaan yang ditempati para lulusan cukup beragam, mulai industri, teknologi, farmasi hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

  • Sebanyak 967 peserta dilepas di Tulungagung
  • Total lulusan SMK Jatim yang bekerja ke luar negeri mencapai 4.920 orang
  • Jepang menjadi negara tujuan paling diminati
  • Bidang kerja meliputi industri, hotel, farmasi hingga AI
  • Peserta berasal dari 112 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur

Pembekalan Bahasa Jadi Kunci

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved