BPBD Bondowoso Mulai Droping Air Bersih, 7.136 Warga Terdampak Kekeringan
BPBD Bondowoso mulai salurkan bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan. Sebanyak 7.136 warga masuk wilayah siaga darurat.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- BPBD Bondowoso Jawa Timur (Jatim) mulai menyalurkan air bersih ke desa terdampak kekeringan sejak 11 Mei 2026.
- Sebanyak 20 dusun di 13 desa dan sembilan kecamatan masuk wilayah siaga darurat kekeringan.
- Total 7.136 warga terdampak, sementara anggaran penyaluran air hanya cukup untuk 30 hari ke depan.
SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Musim kemarau baru berjalan, namun sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), mulai mengalami krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso pun bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan.
Penyaluran pertama dilakukan di Desa Klekan, Kecamatan Botolinggo pada Senin (11/5/2026). Sehari berikutnya, Selasa (12/5/2026) ini, bantuan kembali disalurkan ke Desa Lumutan di kecamatan yang sama.
Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan setiap titik mendapatkan pasokan 10 ribu liter air bersih yang diangkut menggunakan dua truk tangki.
“Masing-masing titik kami salurkan 10 ribu liter,” ujar Kristianto saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (12/5/2026).
20 Dusun Masuk Wilayah Kekeringan
BPBD mencatat ada 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan 9 kecamatan terdampak kekeringan tahun ini.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, hingga Tlogosari.
Penyaluran bantuan air bersih dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026 yang telah diterbitkan Pemkab Bondowoso.
“Dasar kami pengiriman itu terbitnya SK status siaga darurat bencana kekeringan 2026,” kata Kristianto.
Dalam SK tersebut, jumlah warga terdampak mencapai 1.784 kepala keluarga atau sekitar 7.136 jiwa.
Meski demikian, jumlah tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 4 ribu kepala keluarga di 12 kecamatan.
Menurut Kristianto, penurunan jumlah wilayah terdampak dipengaruhi berbagai intervensi program seperti pembangunan sumur bor, perlindungan sumber mata air, hingga program Pamsimas.
“Harapannya dengan intervensi itu bisa mengurangi jumlah wilayah kekeringan,” ujarnya.
Warga Rela Pikul Air hingga Naik Motor
Camat Botolinggo, Ferry Hadi Sutjipto, menjelaskan beberapa dusun di wilayahnya memang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau.
Di Desa Klekan, wilayah terdampak berada di Dusun Banteng Lor, Sumber Waru, dan Banteng Duk Beto. Sedangkan di Desa Lumutan meliputi Dusun Seccang, Blungguen, dan Cemper Temur.
“Untuk saat ini sudah jarang sekali hujan,” katanya.
Bondowoso
kekeringan Bondowoso
BPBD Bondowoso
bantuan air bersih
musim kemarau
Kristianto Putro Prasojo
bencana kekeringan Jatim
Jawa Timur
kemarau panjang
krisis air bersih
berita Bondowoso terbaru
berita Jatim terkini
Meaningful
Multiangle
SURYA.co.id
| PT SGN Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Banjir Bone |
|
|---|
| Cerita Siswa di Surabaya : Keluhkan Tak Enak Badan Usai Santap Menu Makanan MBG |
|
|---|
| PGN Kembali Raih ISO 55001, Operasional Gas Bumi Makin Aman dan Efisien |
|
|---|
| Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun, Transformasi TLKM 30 Digenjot |
|
|---|
| Tinjau Revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Wali Kota Surabaya : Target Rampung Akhir Agustus 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/anggota-BPBD-Bondowoso-saat-menyalurkan-air-bersih.jpg)