Kamis, 14 Mei 2026

Pembunuhan Keji Mojokerto

Nasib Pilu Istri Korban Penganiayaan Suami Badut di Mojokerto, Lolos Maut Masih Dihujat Netizen

Begini lah nasib Sri Wahyuni (36), korban penganiayaan suaminya, Satuan alias Tuan (42) di rumah kontrakannya di Mojokerto.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Musahadah
Surya.co.id
BUNUH MERTUA - (kanan) Tersangka S, menantu yang bunuh mertua , dikeler petugas saat menjalani pemeriksaan atas kejahatan penganiayaan yang menyebabkan mertua meninggal dan melukai istri, di Mapolres Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sri Wahyuni (36), menjadi korban penganiayaan suaminya, Satuan alias Tuan (42) di rumah kontrakannya di Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), pada Rabu (6/5/2026).
  • Sri Wahyuni lolos dari maut, sementara ibu kandungnya, Siti Arofah (54), tewas mengenaskan di tangan Tuan.  
  • Kini, Sri Wahyuni justru banyak dihujat netizen karena pengakuan Tuan ke media.  

 

SURYA.CO.ID - Begini lah nasib Sri Wahyuni (36), korban penganiayaan suaminya, Satuan alias Tuan (42) di rumah kontrakannya di Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), pada Rabu (6/5/2026).

Sri Wahyuni lolos dari maut setelah dipukul dan dihujani senjata tajam oleh sang suami.

Meski demikian luka sayatan masih membekas di leher dan lebam di wajahnya.

Sementara ibu kandungnya, Siti Arofah (54), tewas mengenaskan di tangan Tuan. 

Saat ditemui di rumah duka, pada Senin (11/5/2026) korban Sri Wahyuni tampak pucat dengan bekas luka yang masih terlihat jelas.

Baca juga: Babak Baru Menantu Bunuh Mertua, Keluarga Ungkap Fakta Sebenarnya Bantah Tudingan Pelaku

Korban menjalani proses pemulihan akibat luka KDRT, sepulang dari perawatan di RSUD Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. 

Kepala Desa Sumbergirang, Siswahyudi mengatakan, Pemdes melakukan pendampingan terhadap keluarga korban.

"Kondisinya (Korban Sri Wahyuni) sudah membaik, karena itu oleh pihak rumah sakit sudah diperbolehkan pulang. Nanti tinggal kontrol karena luka memar di wajah masih perlu pemulihan," ujar Siswahyudi saat ditemui di rumah duka korban, Senin.

Menurutnya, korban Sri Wahyuni sudah bisa diajak berkomunikasi namun masih belum pulih total membutuhkan beberapa hari kedepan untuk penyembuhan.

"Kalau trauma masih, (Korban) menuntut nyawa dibayar nyawa tapi justru pendampingan dari saya jangan seperti itu kita serahkan proses hukum ke Kepolisian," jelasnya.

Dituding Selingkuh hingga Dihujat Netizen

Siswahyudi menyayangkan tudingan sepihak dari tersangka Tuan berdampak tidak baik bagi keluarga korban.

Sebelumnya, Tuan menuduh istrinya itu telah berselingkuh dan kerap meremehkannya.

Atas tudingan itu, Sri Wahyuni banyak dihujat netizen di media sosial. 

"Salah satunya adalah seolah-olah menghakimi bahwa saudari SW ini hanya perselingkuhan, padahal kita tidak tahu kebenarannya. Kita tidak punya hak untuk menceritakan di media sosial, itu ranah Kepolisian agar tidak menjadi asumsi liar," ungkap Kades.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved