Senin, 11 Mei 2026

Tangis Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Pecah Saat Beber Pengakuan

Penjual balon berkostum badut di Mojokerto mengaku menyesal usai membunuh mertua dan menganiaya istrinya. Tragedi dipicu sakit hati.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Mohammad Romadoni
PENGAKUAN PEMBUNUHAN - Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, melakukan interogasi terhadap tersangka Satuan atau Tuan (42) terkait kasus penganiayaan terhadap mertua dan istri. Perbuatan tersangka mengakibatkan ibu mertua meninggal, dan istrinya mengalami luka berat dirawat intensif di rumah sakit. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang penjual balon berkostum badut di Mojokerto membunuh ibu mertua dan menganiaya istrinya hingga luka berat di rumah kontrakan mereka di Desa Sumbergirang, Puri.
  • Tersangka mengaku sakit hati karena dugaan perselingkuhan, konflik ekonomi rumah tangga, dan merasa tidak dihargai sebagai suami.
  • Polisi mengungkap motif pelaku dipicu kecemburuan, persoalan ekonomi keluarga, serta pertengkaran rumah tangga yang telah lama terpenda

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Tangis penyesalan pecah di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Mojokerto. Satuan alias Tuan (42), pria yang sehari-hari bekerja sebagai badut penjual balon dan mainan anak-anak, tak kuasa menahan air mata setelah nekat membunuh ibu mertuanya dan menganiaya sang istri hingga luka berat.

Peristiwa tragis itu terjadi di rumah kontrakan yang baru dihuni sekitar delapan bulan di Dusun Sumbertempur RT 02 RW 01, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (6/5/2026) pagi.

Tersangka mengaku gelap mata akibat persoalan rumah tangga yang disebut sudah lama dipendam.

Baca juga: Nasib Menantu Pembunuh Mertua di Mojokerto: Terancam 15 Tahun Penjara

Pengakuan Tersangka: Cemburu dan Merasa Tak Dihargai

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku sakit hati karena menduga istrinya, Sri Wahyuni (35), berselingkuh. Ia juga merasa diperlakukan tidak semestinya oleh keluarga sang istri.

"Istri saya selingkuh Pak Polisi, sebenarnya saya sudah tahu sejak lama cuma saya ikuti alurnya. Tapi semakin dibiarin malah seperti itu," ujar tersangka S sambil menangis di Polres Mojokerto, Jumat (8/5/2026).

Tersangka mengaku, selama ini bekerja keras demi keluarga dengan menjadi badut jalanan di sepanjang jalur Bangsal-Mojosari.

Bahkan, ia kerap berjalan kaki sambil mendorong sepeda pancal sejauh puluhan kilometer sambil membawa anaknya yang masih berusia 3,5 tahun.

"Kok nggak lihat saya kerja, bawa anak kecil hujan-hujanan sampai panas kepanasan. Saya sering jalan dari Mojosari sampai ke rumah, anak juga ikut karena tidak ada yang merawat," ucapnya.

Menurut pengakuannya, sang istri hanya bersedia mengurus anak apabila kebutuhan rumah tangga terpenuhi seluruhnya, termasuk biaya belanja hingga kebutuhan pribadi.

"Dia mau momong kalau kebutuhan terpenuhi semuanya, seperti uang belanja sendiri dan uang sekolah, uang dandan. Sedangkan seperti saya ini penghasilan tidak tentu," katanya.

Baca juga: Fakta-fakta Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto: Tepergok Aniaya Istri

Penghasilan Badut Tak Menentu

Tersangka menyebut penghasilannya sebagai badut penjual balon dan pengamen lampu merah sangat tidak stabil. Dalam sehari, ia terkadang hanya membawa pulang Rp 4 ribu hingga Rp 25 ribu.

Namun pada momen tertentu, terutama saat ramai, penghasilannya bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu sehari.

"Kalau Minggu berangkat dari rumah pukul 5 pagi pulang jam 10 malam," ungkapnya.

Ia juga mengaku sakit hati karena kerap dibanding-bandingkan soal penghasilan oleh istrinya.

"Sering bilang koyomu karo koyoku gak onok opo-opo e (Penghasilanmu dengan penghasilanku tidak ada apa-apanya)," kata tersangka.

SADIS - Tersangka Satuan (42) dikeler petugas saat menjalani pemeriksaan atas kejahatan penganiayaan yang menyebabkan mertua meninggal dan melukai istri, di Satreskrim Polres Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026).
SADIS - Tersangka Satuan (42) dikeler petugas saat menjalani pemeriksaan atas kejahatan penganiayaan yang menyebabkan mertua meninggal dan melukai istri, di Satreskrim Polres Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026). (Surya.co.id/Mohammad Romadoni)
Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved