Tangis Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Pecah Saat Beber Pengakuan
Penjual balon berkostum badut di Mojokerto mengaku menyesal usai membunuh mertua dan menganiaya istrinya. Tragedi dipicu sakit hati.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Seorang penjual balon berkostum badut di Mojokerto membunuh ibu mertua dan menganiaya istrinya hingga luka berat di rumah kontrakan mereka di Desa Sumbergirang, Puri.
- Tersangka mengaku sakit hati karena dugaan perselingkuhan, konflik ekonomi rumah tangga, dan merasa tidak dihargai sebagai suami.
- Polisi mengungkap motif pelaku dipicu kecemburuan, persoalan ekonomi keluarga, serta pertengkaran rumah tangga yang telah lama terpenda
SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Tangis penyesalan pecah di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Mojokerto. Satuan alias Tuan (42), pria yang sehari-hari bekerja sebagai badut penjual balon dan mainan anak-anak, tak kuasa menahan air mata setelah nekat membunuh ibu mertuanya dan menganiaya sang istri hingga luka berat.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah kontrakan yang baru dihuni sekitar delapan bulan di Dusun Sumbertempur RT 02 RW 01, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (6/5/2026) pagi.
Tersangka mengaku gelap mata akibat persoalan rumah tangga yang disebut sudah lama dipendam.
Baca juga: Nasib Menantu Pembunuh Mertua di Mojokerto: Terancam 15 Tahun Penjara
Pengakuan Tersangka: Cemburu dan Merasa Tak Dihargai
Di hadapan penyidik, tersangka mengaku sakit hati karena menduga istrinya, Sri Wahyuni (35), berselingkuh. Ia juga merasa diperlakukan tidak semestinya oleh keluarga sang istri.
"Istri saya selingkuh Pak Polisi, sebenarnya saya sudah tahu sejak lama cuma saya ikuti alurnya. Tapi semakin dibiarin malah seperti itu," ujar tersangka S sambil menangis di Polres Mojokerto, Jumat (8/5/2026).
Tersangka mengaku, selama ini bekerja keras demi keluarga dengan menjadi badut jalanan di sepanjang jalur Bangsal-Mojosari.
Bahkan, ia kerap berjalan kaki sambil mendorong sepeda pancal sejauh puluhan kilometer sambil membawa anaknya yang masih berusia 3,5 tahun.
"Kok nggak lihat saya kerja, bawa anak kecil hujan-hujanan sampai panas kepanasan. Saya sering jalan dari Mojosari sampai ke rumah, anak juga ikut karena tidak ada yang merawat," ucapnya.
Menurut pengakuannya, sang istri hanya bersedia mengurus anak apabila kebutuhan rumah tangga terpenuhi seluruhnya, termasuk biaya belanja hingga kebutuhan pribadi.
"Dia mau momong kalau kebutuhan terpenuhi semuanya, seperti uang belanja sendiri dan uang sekolah, uang dandan. Sedangkan seperti saya ini penghasilan tidak tentu," katanya.
Baca juga: Fakta-fakta Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto: Tepergok Aniaya Istri
Penghasilan Badut Tak Menentu
Tersangka menyebut penghasilannya sebagai badut penjual balon dan pengamen lampu merah sangat tidak stabil. Dalam sehari, ia terkadang hanya membawa pulang Rp 4 ribu hingga Rp 25 ribu.
Namun pada momen tertentu, terutama saat ramai, penghasilannya bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu sehari.
"Kalau Minggu berangkat dari rumah pukul 5 pagi pulang jam 10 malam," ungkapnya.
Ia juga mengaku sakit hati karena kerap dibanding-bandingkan soal penghasilan oleh istrinya.
"Sering bilang koyomu karo koyoku gak onok opo-opo e (Penghasilanmu dengan penghasilanku tidak ada apa-apanya)," kata tersangka.
badut pembunuh
Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto
Menantu bunuh mertua
Meaningful
Multiangle
TribunBreakingNews
Satuan
pembunuhan Mojokerto
kasus pembunuhan
Kabupaten Mojokerto
kriminal Mojokerto
berita Mojokerto terbaru
Jawa Timur
berita Jatim terkini
| Lapas Lamongan Gelar Razia, Pastikan Bebas Handphone Ilegal dan Narkoba |
|
|---|
| BRI Surabaya Salurkan KUR Rp 3,8 Triliun, Lamongan Tertinggi |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Kesambi Lamongan, Ditarget Rampung Tujuh Bulan |
|
|---|
| Guru Yogi ASN Jombang Ajukan Banding Usai Dipecat, Ada Dugaan Ketidakadilan |
|
|---|
| Rekam Jejak Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Meninggal Saat Rumahnya Kebakaran Akibat Sisa Tiner |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengakuan-badut-pembunuh-mertua-di-Mojokerto-Jatim.jpg)