Harga Solar Naik, Nelayan Lamongan Tak Gentar Tetap Melaut
Stok solar untuk nelayan di Lamongan Jawa Timur (Jatim) dipastikan aman dan lancar di SPBN. HNSI sebut aktivitas melaut tetap normal.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Ketersediaan solar subsidi di wilayah pesisir Lamongan (Brondong, Paciran, Blimbing), Jawa Timur (Jatim), dipastikan aman tanpa antrean panjang.
- Nelayan dengan kapal di bawah 30 GT di Lamongan tetap mendapat prioritas subsidi sesuai regulasi yang berlaku.
- HNSI dan Pemerintah Daerah memperketat pengawasan distribusi untuk mencegah penyelewengan dan menjaga stabilitas ekonomi pesisir.
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi bagi ribuan nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), dipastikan dalam kondisi aman dan stabil. Meski sempat dibayangi kekhawatiran akibat penyesuaian harga energi nasional, aktivitas ekonomi di sentra perikanan Jawa Timur ini terpantau tetap produktif tanpa kendala distribusi yang berarti.
Berdasarkan pantauan SURYA.co.id di lapangan, sejumlah titik vital seperti Pelabuhan Brondong, Paciran, Weru hingga Sedayu, pasokan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) mengalir lancar. Tidak tampak adanya antrean panjang yang biasanya menjadi indikator kelangkaan BBM di wilayah pesisir.
Nelayan Blimbing: Stok Aman, Melaut Normal
Salah satu nelayan asal Blimbing, Jamal, mengonfirmasi bahwa akses mendapatkan solar saat ini masih relatif mudah. Bagi para nelayan, kepastian ketersediaan barang jauh lebih krusial dibandingkan fluktuasi harga yang masih dalam batas toleransi operasional.
“Kalau untuk stok masih aman, tidak ada kelangkaan. Kami masih bisa melaut seperti biasa tanpa harus mengantre berhari-hari,” ujar Jamal saat ditemui SURYA.co.id di dermaga, Selasa (5/5/2026).
Meski demikian, Jamal tidak menampik adanya beban psikologis dan finansial akibat kenaikan harga. Pengeluaran operasional per keberangkatan (fishing trip) membengkak, terutama bagi pemilik kapal berukuran sedang hingga besar yang membutuhkan ribuan liter solar sekali jalan.
Siasat Efisiensi di Tengah Kenaikan Biaya
Untuk menyiasati biaya bahan bakar yang lebih tinggi, para nelayan di Paciran mulai menerapkan pola melaut yang lebih efisien. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
- Pengurangan Jarak Tempuh: Memaksimalkan area tangkapan (fishing ground) yang lebih dekat jika memungkinkan.
- Optimasi Waktu: Mengatur durasi operasional agar penggunaan mesin lebih efektif.
- Manajemen Logistik: Berbagi biaya perbekalan antar kru kapal secara lebih ketat.
“Kenaikan harga pasti terasa di dompet, tapi kami tetap melaut. Kalau berhenti, tidak ada pemasukan sama sekali untuk keluarga,” tambah Jamal.
HNSI: Keunggulan Armada di Bawah 30 GT
Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan Bidang Lingkungan, Mukhlisin Amar, menjelaskan mengapa kondisi di Lamongan cenderung lebih stabil dibandingkan daerah lain seperti Juana, Jawa Tengah.
Menurut Mukhlisin, mayoritas armada nelayan di Lamongan adalah kapal dengan bobot di bawah 30 Gross Tonnage (GT). Sesuai regulasi nasional, kapal dalam kategori ini merupakan penerima sah BBM subsidi.
“Nelayan Lamongan umumnya memakai armada kapal di bawah 30 GT. Ini yang membuat mereka tetap bisa mengakses solar subsidi secara legal. Selain itu, sebagian nelayan kecil sudah mulai beralih menggunakan konversi ke LPG, yang jauh lebih hemat,” jelas Mukhlisin kepada SURYA.co.id.
Pengawasan Ketat Distribusi Subsidi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui dinas terkait terus memperketat pengawasan di setiap SPBN. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada praktik penyelewengan atau penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Koordinasi rutin dengan pihak penyedia BBM (Pertamina) dilakukan, guna menjaga stabilitas pasokan, terutama menjelang musim panen ikan di mana permintaan solar biasanya melonjak tajam.
HNSI berharap, pemerintah tetap menjaga integritas distribusi agar solar subsidi benar-benar sampai ke tangan nelayan yang berhak.
“Kami minta pemerintah terus mengawasi. Jangan sampai ada penyimpangan di lapangan yang merugikan nelayan kecil,” tutup Mukhlisin.
nelayan Lamongan
solar subsidi
HNSI Lamongan
stok solar
Mukhlisin Amar
Lamongan
BBM nelayan
Berita Lamongan Terbaru
berita Jatim terkini
Meaningful
Multiangle
Jawa Timur
SURYA.co.id
| Akhirnya KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek Imbas Kecelakaan Beruntun, Ini Maknanya |
|
|---|
| Wisatawan Surabaya Diserang dan Kendaraan Dirusak di Malang, Polisi Buru Pelaku |
|
|---|
| Truk Bermuatan Mebel Terbakar di Depan SPBU Albatros Sidoarjo |
|
|---|
| Biaya Operasional Makin Naik, Gapasdap Minta Pemerintah Sesuaikan Tarif Angkutan Penyeberangan |
|
|---|
| Harga Solar Naik, Nelayan Banyuwangi Justru Aman, Kenapa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kapal-nelayan-di-Lamongan-Jatim-552026.jpg)