Sabtu, 2 Mei 2026

Temukan Trenggiling, Warga Plemahan Kediri Ini Pilih Serahkan ke BKSDA

Kondisi trenggiling saat ditemukan dalam keadaan sehat dan sudah berukuran dewasa dengan panjang

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/Bintang Pramudya
DILINDUNGI - Trenggiling yang ditemukan warga Desa/Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jumat (1/5/2026). Hewan dilindungi ini kemudian diserahkan pada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kediri serahkan trenggiling hasil temuan di perbatasan Papar kepada BKSDA, setelah sempat ditawari untuk dijual maupun dikonsumsi.
  • Evakuasi dilakukan cepat pada Jumat siang, satwa sehat berukuran dewasa langsung dilepasliarkan ke habitat konservasi.
  • BKSDA imbau masyarakat tidak memelihara atau memperjualbelikan satwa liar, serta segera melapor jika menemukan hewan dilindungi.  

 

SURYA.co.id, KEDIRI - Warga Kediri menunjukkan kepedulian terhadap satwa liar dengan menyerahkan seekor trenggiling yang ditemukan di perbatasan Kecamatan Papar kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). 

Satwa dilindungi itu sebelumnya diamankan penemunya, Bintang Pramudya Wahyu, di rumahnya Desa/Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri pada Kamis (30/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak lain, sebelum akhirnya diserahkan secara resmi.

Baca juga: Trenggiling Ditemukan di Trowulan Mojokerto, BBKSDA Jatim : Penyelamatan Satwa Langka Dilindungi

Pasalnya, setelah ditemukan, ia mengaku sempat mendapat berbagai tawaran dari sejumlah orang yang ingin memanfaatkan satwa tersebut, mulai dari dikonsumsi hingga dijual.

"Dari pelapor infonya banyak yang menawari untuk dimanfaatkan, ada yang mau konsumsi, ada juga yang ingin membeli," jelas Kepala Resor Konservasi Wilayah 01 BKSDA Kediri, David Fatchurohman saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Jumat (1/5/2026).

Pilih Hubungi BKSDA Kediri

Bintang menolak seluruh tawaran tersebut. Ia justru berinisiatif menghubungi pihak BKSDA Kediri untuk memastikan satwa tersebut mendapatkan penanganan yang tepat.

Laporan tersebut diterima petugas BKSDA sekitar Jumat siang usai salat Jumat. Tim kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Setelah menerima laporan, kami langsung tindak lanjuti dengan evakuasi dan penyelamatan satwa," jelas David.

Dilepasliarkan ke Habitat Alam

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 13.50 WIB. Trenggiling tersebut kemudian langsung dibawa petugas untuk dilakukan pelepas liaran ke habitat alaminya.

Menurut David, kondisi trenggiling saat ditemukan dalam keadaan sehat dan sudah berukuran dewasa dengan panjang diperkirakan mencapai hampir satu meter.

"Ukuran kurang lebih sekitar 80 sentimeter sampai satu meter, sudah dewasa," ungkapnya.

Jaga Keseimbangan Ekosistem

Setelah dievakuasi, trenggiling tersebut dilepasliarkan ke kawasan konservasi yang berada dalam pengawasan BKSDA, guna memastikan keamanan dan kelangsungan hidup satwa tersebut.

Pelepasliaran ini juga menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem di alam liar.

David menegaskan bahwa satwa liar, terutama yang dilindungi, seharusnya tidak dipelihara, diperjualbelikan, maupun dikonsumsi.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved