Sabtu, 9 Mei 2026

Tiga Bersaudara Dari Bali Ke Jakarta Lari 1.200 Km, Kampanye Sungai Singgah di Lamongan

River Run singgah di Lamongan, Sungai Watch petakan kondisi sungai sambil kampanye lingkungan

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Hanif Manshuri
LESTARIKAN SUNGAI -  Aksi tiga bersaudara pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib saat menjalankan kampanye “River Run” dengan berlari dari Bali menuju Jakarta sejauh 1.200 kilometer, singgah di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan, Minggu (19/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • River Run oleh Sungai Watch singgah di Lamongan, kampanye jaga sungai
  • Gary Bencheghib dkk petakan kondisi sungai dari Bali ke Jakarta lewat River Run
  • Sungai Lamongan dinilai lebih bersih dibanding Surabaya dan Sidoarjo

 

SURYA.CO.ID LAMONGAN – Aksi lari lintas pulau sejauh 1.200 kilometer dalam kampanye pelestarian sungai bertajuk “River Run” yang digagas tiga bersaudara pendiri Sungai Watch menarik perhatian di Lamongan.

Mereka adalah Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib yang berlari dari Bali menuju Jakarta dan singgah di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan, Minggu (19/4/2026) malam.

Rombongan disambut langsung oleh orang nomor satu di Lamongan,  Bupat Yuhronur Efendi.

Bukan Sekedar Lari, tapi Juga Pemetaan Kondisi Sungai

Gary Bencheghib menjelaskan, “River Run” bukan sekadar aksi lari jarak jauh, melainkan bagian dari upaya pemetaan kondisi sungai, khususnya di Pulau Jawa.

“Kami ingin mengidentifikasi sungai mana yang paling membutuhkan perhatian. Harapannya, data ini bisa kami sampaikan hingga ke tingkat pusat, termasuk ke Istana Negara,” ujarnya.

Baca juga: Wagub Jatim Rumuskan Sistem Atasi Sampah Sungai Lintas Daerah dengan Ide Barrier dari Sungai Watch

Selama perjalanan, tim telah melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, hingga Lamongan. 

Dari hasil pemantauan sementara, kondisi sungai di Lamongan dinilai relatif lebih bersih dibandingkan beberapa titik di wilayah Sidoarjo dan Surabaya bagian utara.

Diketahui, Sungai Watch telah berdiri selama enam tahun dan dikenal dengan inovasi “trash barrier”, yakni jaring apung yang dipasang di sungai untuk menahan sampah agar tidak mengalir ke laut.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah hingga 30 kategori, seperti plastik kresek, botol PET, hingga kaleng, sebelum diolah kembali menjadi produk daur ulang.

Saat ini, organisasi tersebut didukung sekitar 170 staf yang bekerja setiap hari di berbagai sungai di Bali. Ke depan, mereka menargetkan ekspansi ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan membuka cabang baru.

Baca juga: Probolinggo Rafting: Wisata Baru Penantang Adrenalin 12 Km Menyusuri Sungai Pegunungan Argopuro

Di Lamongan, kegiatan “River Run” juga melibatkan komunitas pelari lokal serta dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup setempat. Sebelumnya, aksi serupa di Surabaya berhasil menggerakkan lebih dari 100 peserta dalam kampanye lari sambil menjaga lingkungan.

Selain aksi lapangan, Sungai Watch juga menggalang dana melalui program fundraiser, di mana setiap donasi sebesar satu dolar dikonversikan untuk mengangkat satu kilogram sampah dari sungai.

“Kami ingin membangun ekosistem kolaborasi, tidak hanya membersihkan, tetapi juga mengajak masyarakat, komunitas, dan pemerintah untuk terlibat langsung menjaga sungai,” kata Gary.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut positif kedatangan tim Sungai Watch. Ia menilai, kehadiran mereka menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan lingkungan yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved