Senin, 27 April 2026

Dandim Cup U-12 Kediri, Diikuti 28 Tim dari Seluruh Jawa Timur

Sebanyak 28 tim sepak bola usia dini dari berbagai daerah di Jawa Timur berpartisipasi dalam turnamen Dandim Cup U-12

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Luthfi Husnika
DANDIM CUP - Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah (menendang bola) Didampingi Ketua PSSI Kota Kediri Tomi Ari Wibowo (dua dari kiri) saat membuka turnamen Dandim Cup U-12 di Lapangan Bence, Kota Kediri, Sabtu (18/4/2026). Turnamen ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat-Minggu (17-19/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 28 tim U-12 dari berbagai daerah Jatim ikut Dandim Cup di Kediri, 17–19 April 2026.
  • Turnamen jadi wadah pembinaan jangka panjang, menumbuhkan sportivitas, disiplin, dan kerja sama sejak dini.
  • Ajang ini diharapkan melahirkan generasi pesepakbola berkualitas, termasuk pemain putri, serta jadi agenda rutin tahunan.  

 

SURYA.co.id, KEDIRI - Sebanyak 28 tim sepak bola usia dini dari berbagai daerah di Jawa Timur berpartisipasi dalam turnamen Dandim Cup U-12 di Lapangan Bence, Kota Kediri, Jumat (17/4/2026) hingga Minggu (19/4/2026). 

Ajang yang digelar Kodim 0809/Kediri bersama Askot PSSI Kota Kediri ini menghadirkan atmosfer persaingan sehat sekaligus wadah bagi anak-anak menunjukkan kemampuan terbaik. 
Selain mengasah teknik, turnamen juga menjadi sarana menumbuhkan sportivitas sejak usia dini.

Pembinaan Jangka Panjang

Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan, penyelenggaraan turnamen ini merupakan bagian dari upaya pembinaan jangka panjang terhadap talenta sepak bola muda di daerah.

Ia menilai pembinaan sejak usia dini sangat penting untuk menciptakan pemain berkualitas di masa depan.

"Seperti biasanya, kegiatan ini kami selenggarakan guna mencari bibit-bibit unggul pemain sepak bola yang masih di bawah umur untuk menjadi pemain yang diunggulkan nantinya," katanya, ditemui SURYA.co.id, seusai membuka turnamen, Sabtu (18/4/2026).

Bangun Karakter Disiplin

Menurut Dhavid, kolaborasi antara TNI dan Askot PSSI menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembinaan olahraga, khususnya sepak bola. 

Ia menyebut kegiatan seperti ini tak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga membangun karakter disiplin dan kerja sama tim.

"Insya Allah ini akan menjadi agenda tahunan dan ke depan bisa lebih banyak lagi peminatnya. Saat ini ada 28 tim yang ikut dalam event ini," jelasnya.

Lahirkan Generasi Pesepakbola

Ia juga berharap, melalui ajang tersebut, anak-anak dapat lebih aktif berolahraga dan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai. 

Selain itu, turnamen ini diharapkan mampu melahirkan generasi pesepakbola yang siap bersaing di level lebih tinggi.

"Harapannya mereka bisa menjadi pemain yang berkualitas dan menjadi generasi emas nantinya di 2045. Saat ini kita juga menjaga agar mereka tidak hanya bermain gadget saja, tapi memanfaatkan waktu dengan olahraga outdoor," ungkapnya.

Kompetisi Berkelanjutan Pemain Usia Dini

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Kediri Tomi Ari Wibowo menilai turnamen ini penting sebagai wadah kompetisi berkelanjutan bagi pemain usia dini. 

Ia menjelaskan sistem pertandingan menggunakan format penyisihan grup sebelum memasuki babak lanjutan hingga semifinal.

Ia menambahkan, peserta tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Jombang, Tulungagung, Blitar, dan Nganjuk. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved