Kamis, 4 Juni 2026

Harga Plastik Terus Melonjak Naik, Pedagang dan PKL di Lamongan Kian Terjepit

Harga kantong plastik, plastik kemasan, gelas plastik, hingga mika makanan dilaporkan mengalami kenaikan hingga 100 persen

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Hanif Manshuri
PEDAGANG PLASTIK - Seorang pedagang plastik Ferbian Aris Sandi menata dagangannya di Pasar Baru Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan para pedagang dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik di Lamongan naik hingga 100 persen sejak awal tahun, membebani pedagang kecil dari pasar tradisional hingga PKL.  
  • Pedagang harus menyiasati biaya dengan mengurangi kemasan tambahan, mencari alternatif seperti kertas atau daun pisang, meski pembeli masih lebih memilih plastik.  
  • Mereka berharap ada perhatian pemerintah daerah karena kenaikan plastik menambah beban setelah harga bahan pokok juga meningkat.  

 

SURYA.co.id LAMONGAN – Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan para pedagang dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Mulai dari pedagang sayur di pasar tradisional, penjual gorengan, warung makan, hingga pedagang kaki lima (PKL) mengeluhkan biaya operasional yang semakin membengkak.

Baca juga: Harga Plastik Melambung, Wagub Jatim Minta Masyarakat Bawa Tas Belanja Sendiri

Harga kantong plastik, plastik kemasan, gelas plastik, hingga mika makanan dilaporkan mengalami kenaikan hingga 100 persen dibanding awal tahun. 

Pedagang Putar Otak Agar Bisa Berjualan

Kondisi tersebut membuat para pedagang harus memutar otak agar tetap bisa berjualan tanpa harus menaikkan harga dagangan terlalu tinggi.

Salah satu pedagang gorengan di seputaran Pasar Tingkat Lamongan, Sa'adah (40), mengaku kenaikan harga plastik cukup memberatkan.

Sebab, setiap hari dirinya membutuhkan puluhan lembar plastik untuk membungkus dagangan pembeli.

“Biasanya satu pak plastik ukuran kecil saya beli Rp 18 ribu, sekarang sudah Rp 36  ribu. Kalau yang ukuran besar juga naik. Dalam sehari bisa habis satu sampai dua pak,” ujarnya.

Keuntungan Semakin Menipis

Menurutnya, kenaikan harga plastik membuat keuntungan yang diperoleh semakin menipis.

Sebab, harga gorengan yang dijualnya masih dipertahankan Rp 2.000 per biji agar pembeli tidak berkurang.

“Kalau harga gorengan dinaikkan, takut pembeli protes. Jadi ya terpaksa untungnya dikurangi,” katanya kepada SURYA.co.id, Sabtu (11/4/2026).

Biaya Produksi Bertambah

Keluhan serupa juga disampaikan penjual es dan minuman kemasan di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Lamongan.

Harga gelas plastik dan sedotan disebut ikut naik sehingga biaya produksi bertambah.

Seorang penjual es teh jumbo, Ahmad Wafa, mengatakan sebelumnya satu slop gelas plastik ukuran 16 ons dibeli sekitar Rp 32 ribu. Kini harganya sudah mencapai Rp 64 ribu lebih.

“Bukan cuma gelasnya, tutup plastik dan sedotan juga naik. Kalau sehari jualan 100 sampai 150 gelas, tentu pengaruhnya besar,” ujarnya.

Kekhawatiran saat Naikkan Harga

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved