Jumat, 24 April 2026

BPN Jatim Gandeng Santri dan Mahasiswa Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Libatkan 7.500 Relawan

BPN Jatim libatkan santri dan mahasiswa jadi relawan percepat sertifikasi 40 ribu tanah wakaf

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
RELAWAN SERTIFIKASI - BPN menggandeng santri dan mahasiswa untuk menjadi relawan untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf dan aset keagamaan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Secara khusus menyampaikan dukungan Langkah BPN mempercepat sertifikasi tanah melalui penguatan SDM dan gerakan partisipatif masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • BPN Jatim gandeng pesantren dan kampus percepat sertifikasi tanah wakaf 
  • Sebanyak 7.500 santri dan mahasiswa dilatih jadi relawan Laskar Karomah 
  • Target 40 ribu sertifikat wakaf 2026, cegah sengketa dan perkuat legalitas aset

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat percepatan penyerahan sertifikat tanah wakaf dengan menggandeng pesantren serta berbagai elemen strategis masyarakat. 

Langkah ini ditegaskan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya, Kamis (9/4/2026).

Melalui kerjasama ini BPN akan menggandeng elemen santri untuk menjadi relawan dalam mempercepatan sertifikasi tanah yang kini sedang digalakkan di Jatim. 

Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Timur Asep Heri menegaskan kolaborasi ini menjadi strategi utama untuk mempercepat sertifikasi, khususnya tanah wakaf dan aset keagamaan.

“Percepatan sertifikasi tanah wakaf membutuhkan dukungan luas, termasuk dari pesantren dan organisasi keagamaan. Melalui kerja sama ini, kami menyiapkan tambahan SDM yang terlatih agar proses di lapangan berjalan lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Konflik Pertanahan, Pemdes Randupitu Pasuruan Fasilitasi Sertifikasi 48 Tanah Wakaf

BPN Jatim Siapkan 7500 Relawan Proses Sertifikasi

Ia menjelaskan, BPN Jatim telah menyiapkan sekitar 7.500 relawan yang berasal dari kalangan santri dan mahasiswa, yang tergabung dalam Laskar Karomah. 

Para relawan ini akan dilatih untuk membantu proses sertifikasi, baik dari sisi pengumpulan data fisik maupun yuridis.

Terutama saat mengumpulan data terkait batas wilayah satu dengan yang lain. Hal ini membutuhkan SDM yang cukup banyak. 

Terutama karena BPN Jatim menargetkan bisa menyelesaikan 40.000 sertifikasi tanah wakaf di Jatim di tahun 2026 ini.

Menurut Asep, pelibatan pesantren menjadi penting karena memiliki jaringan sosial yang kuat dan kedekatan dengan masyarakat, terutama dalam pengelolaan aset wakaf dan tempat ibadah.

Baca juga: Gandeng Kemenag dan BPN Jatim, Gubernur Khofifah Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf di Jawa Timur

“Kami akan melakukan pembinaan intensif kepada para relawan di Pacet, Mojokerto. Mereka akan dibekali pemahaman teknis agar mampu mendukung percepatan sertifikasi, termasuk untuk tanah wakaf lintas agama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Secara khusus ia menyampaikan dukungan terhadap langkah BPN dalam mempercepat sertifikasi tanah melalui penguatan SDM dan gerakan partisipatif masyarakat.

“Percepatan sertifikasi tanah, termasuk wakaf, membutuhkan SDM yang kuat dan kolaborasi berbagai pihak. Pemprov Jatim mendukung melalui penyiapan relawan dan gerakan masyarakat,” tegasnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved