Konflik Penghuni Kos Vs Penjaga Kos di Menganti Gresik Berujung Lapor Polisi Gara-Gara Sajam
Konflik antara penjaga kos dan penghuni kos di Menganti Gresik berlanjut menjadi kasus yang ditangani polisi.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Korban, seorang perempuan berinisial DE, melaporkan penjaga kos di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur karena mengancam sambil membawa senjata tajam
- Konflik antara penjaga dan penghuni kos itu bermula dari kenaikan harga sewa kos itu .
- Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, membenarkan laporan tersebut.
SURYA.CO.ID, GRESIK - Konflik antara penjaga kos dan penghuni kos di Menganti Gresik berlanjut menjadi kasus yang ditangani polisi.
Konflik yang bermula dari kenaikan harga sewa kos itu resmi dilaporkan ke polisi karena penjaga kos sempat mengancam, pelapor yang merupakan penghuni kos, dengan mengacungkan senjata tajam.
Korban, seorang perempuan berinisial DE, melaporkan penjaga kos di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tempatnya tinggal ke Mapolres Gresik.
Wanita asal Malang ini, diancam dengan senjata tajam oleh penjaga kos.
Wanita berusia 25 tahun ini, diancam saat adu mulut dengan penjaga kos berinisial SU.
Korban dituduh melakukan provokasi kepada penghuni kos lainnya, terkait kenaikan tarif kos.
Korban pun melaporkan kejadian ini ke Mapolres Gresik, didampingi kuasa hukumya Abdul Khafidz.
Baca juga: Nyepi dan Takbiran Berpotensi Bersamaan, Kapolres Gresik Silaturahmi ke Pura Kerta Bumi Menganti
Kronologi Pengancaman dengan Sajam
Kuasa hukum pelapor, Abdul Khafidz mengatakan, kejadian yang menimpa kliennnya, terjadi pada tanggal 24 Februari 2026, silam.
Bermula saat ada informasi kenaikan harga kos per-Januari 2026 sebesar Rp 50 ribu, dari Rp 450 ribu menjadi Rp 500 ribu.
Tetangga kos korban pun menanyakan perihal kenaikan kepada terduga pelaku, yang menjadi penjaga kos di tempat tersebut.
"Tetangga kos korban, malah dimaki bahkan di usir untuk keluar. Merasa sakit hati, akhirnya tetangga kos itu mengetuk pagar kos korban untuk menanyakan perihal kos," bebernya.
Dari kejadian itu, terduga pelaku berteriak dengan kata kasar menuduh korban yang menjadi provokator anak anak-anak kos agar menolak kenaikan harga, bahkan mengusir dan mengancam korban.
"Terduga pelaku tiba-tiba langsung mengeluarkan kata-kata kasar, dan menuduh klien kami sebagai provokasi," kata dia.
Bahkan, terduga pelaku juga menyebut suami korban sebagai banci. Lantaran saat terjadi cekcok dan pengancaman dengan sajam korban merekam video aksi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/konflik-kos-Gresik.jpg)