Senin, 27 April 2026

2 Peristiwa Tebing Longsor dalam 2 Hari di Tulungagung, Jalan Antar Dusun di Desa Geger Putus

Sebuah tebing longsor di Dusun Ngrejeng, Desa Geger, Kecamatan Sendang pada Sabtu (3/4/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/BPBD Tulungagung
TERTUTUP LONGSOR - Jalan penghubung antar dusun di Desa Geger, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang tertutup material longsor, Jumat (3/4/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung menurunkan alat berat untuk membuka akses ini. (BPBD Tulungagung) 

Ringkasan Berita:
  • Sebuah tebing longsor di Dusun Ngrejeng, Desa Geger, Kecamatan Sendang pada Sabtu (3/4/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.
  • Longsor di Kecamatan Sendang hari ini menyebabkan jalan penghubung Dusun Ngrejeng dan Dusun Turi tertutup total.
  • Sehari sebelumnya, Kamis (2/4/2026) terjadi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo

 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Persitiwa tanah longsor terjadi di dua lokasi berneda dalam dua hari terakhir.

Yang terbaru, sebuah tebing longsor di Dusun Ngrejeng, Desa Geger, Kecamatan Sendang pada Sabtu (3/4/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.

Sehari sebelumnya, Kamis (2/4/2026) terjadi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo.

Baca juga: UMKM Tulungagung Didorong Bentuk Konsorsium Rebut Investasi, Jangan Jadi Penonton

 

Longsor di Kecamatan Sendang hari ini menyebabkan jalan penghubung Dusun Ngrejeng dan Dusun Turi tertutup total.

Panjang jalan yang tertutup sekitar 20 meter, ketebalan material longsor sekitar 3 meter, dan lebar jalan sekitar 4 meter.

Sedangkan tebing yang longsor setinggi kira-kira 20 meter.

“Malam ini kami datangkan alat berat ke lokasi. Pembersihan dilakukan besok pagi, karena bahaya kalau dikerjakan malam,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji.

Sebelumnya di kawasan desa ini turun hujan deras selama 2 hari berturut-turut.

Diduga karena akumulasi air hujan, tebing menjadi rapuh dan akhirnya longsor.

Longsor terjadi saat tidak sedang turun hujan, dan saat tidak ada warga yang melintas di jalan.

“Setelah terjadi longsor baru terjadi hujan deras. Jadi dimungkinkan longsor terjadi karena dampak hujan deras hari-hari sebelumnya,” tambahnya.

Warga tidak berani menyingkirkan material longsor, karena tebing di atasnya masih rawan.

Dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan, sehingga membahayakan warga jika dikerjakan manual.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved