Sabtu, 16 Mei 2026

PT Petrokimia Gresik Perluas Program Agrosolution Ke Petani Tebu demi Ciptakan Swadaya Gula

Program Agrosolution merupakan bentuk dukungan PTPG terhadap swasembada gula nasional.

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Sugiyono
GULA - Kegiatan penandatanganan MoU antara Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus, bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, dan PT PG Candi Baru di Kantor PTPG, Gresik, Kamis (2/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Program Agrosolution PT Petrokimia Gresik (PTPG) selama lima tahun terakhir mampu meningkatkan produktivitas tebu.
  • Program Agrosolution merupakan bentuk dukungan PTPG terhadap swasembada gula nasional. 
  • Luas lahan program ini mencapai 244.721 hektare yang tersebar di Indonesia. 

 


SURYA.CO.ID, GRESIK - Program Agrosolution PT Petrokimia Gresik (PTPG) selama lima tahun terakhir mampu meningkatkan produktivitas tebu.

Luas lahan program mencapai 244.721 hektare yang tersebar di Indonesia. 

Manfaat program tersebut diperluas melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus, bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, dan PT PG Candi Baru di Kantor PTPG, Gresik.

Baca juga: Gejolak Internasional, Petrokimia Gresik Fokus Jaga Produksi Ketahanan Pangan Nasional 

 

Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus mengatakan, PTPG  berkolaborasi bersama PT SGN dan beberapa anak perusahaan ID FOOD, yaitu PG Rajawali I dan PG Candi Baru, untuk melakukan penguatan ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir. 

"Alhamdulillah, program ini mampu memberi dampak positif berkelanjutan terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Johanes dalam rilis PTPG, Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut  Johanes menambahkan, Program Agrosolution merupakan bentuk dukungan PTPG terhadap swasembada gula nasional. 

Program yang mulai dijalankan sejak tahun 2021 dan berhasil meningkatkan panen tebu dengan cakupan lahan yang terus meningkat setiap tahun.

Pada tahun 2021 lahannya seluas 6.747 hektar .

Lalu meningkat menjadi 47.700 hektar pada tahun 2022.

Pada tahun 2023, seluas 53.888 hektar, seluas 60.501 hektar pada tahun 2024 dan mencapai 75.885 hektar pada tahun 2025.

Program ini dijalankan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program Agrosolution rata-rata mampu meningkatkan produktivitas tebu sebesar 12 persen.

Melalui peningkatan hasil panen tersebut, pendapatan petani juga meningkat rata-rata sebesar Rp 8,1 juta per hektare. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved