Jumat, 17 April 2026

Gubernur Khofifah dan Pertamina Sepakat Galakkan Masyarakat Hemat LPG

Gubernur Jatim dan Pertamina sepakat mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan budaya hemat energi, khususnya dalam penggunaan LPG.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
HEMAT ENERGI - Gubernur Khofifah menerima Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (31/3/2026). Pemprov bersama Pertamina mulai mengintensifkan sosialisasi hemat energi sebagai langkah antisipatif menghadapi tekanan energi global. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur  Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (31/3/2026).
  • Gubernur sepakat mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan budaya hemat energi, khususnya dalam penggunaan LPG.
  • Selama ini konsumsi LPG rumah tangga masih berada di atas kebutuhan ideal.

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA – Menghadapi dinamika krisis energi global yang berpotensi berdampak hingga ke daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan budaya hemat energi, khususnya dalam penggunaan LPG.

Ajakan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Gubernur Khofifah dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (31/3/2026).

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa menjelaskan, pihaknya bersama Pertamina saat ini mulai mengintensifkan sosialisasi budaya hemat energi sebagai langkah antisipatif menghadapi tekanan energi global.

“Kami dalam suasana Idul Fitri ini sekaligus bersilaturahmi dengan Ibu Gubernur, dan menyampaikan kondisi global yang berpotensi berdampak hingga ke Jawa Timur. Sesuai arahan Pertamina dan Kementerian ESDM, ke depan kami akan menyuarakan budaya berhemat, khususnya dalam penggunaan LPG secara wajar,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Klaim Pasokan ke Ponorogo Aman, Warga Diminta Beli LPG 3 Kg di Pangkalan

 

Penggunaan LPG di atas Kebutuhan Ideal

Ia menjelaskan, selama ini konsumsi LPG rumah tangga masih berada di atas kebutuhan ideal. 

Berdasarkan ketentuan sebelumnya, satu kepala keluarga (KK) bahkan dapat membeli hingga 15 tabung LPG per bulan.

Namun, ke depan akan dilakukan penyesuaian.

“Sesuai arahan Dirjen Migas, konsumsi yang wajar itu maksimal 10 tabung per KK per bulan. Bahkan hasil survei LAPI ITB menunjukkan konsumsi normal rumah tangga sebenarnya hanya di kisaran 4 sampai 5 tabung per bulan,” jelasnya.

Karena itu, Pertamina akan mendorong masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan tidak berlebihan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasokan energi tetap aman dan tidak dibatasi.

“Tidak perlu panic buying. Energi yang disediakan tidak dibatasi. Kalau ada antrean di SPBU atau pangkalan, itu bukan berarti pasokan berkurang. Selama dibutuhkan masyarakat, kami akan penuhi,” tegasnya.

Terkait isu kenaikan harga energi, Iwan menyebut hingga saat ini belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat.

“Untuk rencana kenaikan harga, kami belum menerima informasi khusus. Nanti jika ada kebijakan dari pemerintah, tentu akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: Warga Khawatir Kelangkaan BBM dan LPG, Emil Dardak Pastikan Pemprov Jatim Cegah Spekulan

 

Gubernur Soroti Pengaturan Distribusi LPG


Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungannya terhadap gerakan hemat energi yang diinisiasi Pertamina.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved