Kamis, 21 Mei 2026

Gubernur Khofifah dan Pertamina Sepakat Galakkan Masyarakat Hemat LPG

Gubernur Jatim dan Pertamina sepakat mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan budaya hemat energi, khususnya dalam penggunaan LPG.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
HEMAT ENERGI - Gubernur Khofifah menerima Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (31/3/2026). Pemprov bersama Pertamina mulai mengintensifkan sosialisasi hemat energi sebagai langkah antisipatif menghadapi tekanan energi global. 

Ia menekankan pentingnya pengaturan distribusi LPG berbasis kelompok ekonomi masyarakat agar lebih tepat sasaran.

“Kami sepakat dengan Pak GM bahwa gerakan hemat energi harus menjadi gerakan bersama. Namun, di sisi lain perlu ada pemetaan yang jelas berdasarkan desil ekonomi masyarakat,” ujar Khofifah.

Menurutnya, LPG subsidi 3 kilogram (PSO) seharusnya difokuskan untuk masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah, sementara masyarakat menengah ke atas diarahkan menggunakan LPG non-subsidi.

“Desil 1 sampai 5 sebaiknya menggunakan LPG 3 Kg yang bersubsidi. Sementara di atas itu sudah mulai menggunakan LPG non-PSO seperti 5,5 Kg atau 12 Kg. Ini penting agar distribusi lebih adil dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” jelasnya.

 

Saring Informasi Penyebab Panic Buying

Khofifah juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Saya mohon masyarakat tidak melakukan panic buying. Regulasi ini justru ingin memberikan kepastian bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Ia menambahkan, dampak krisis global memang tidak bisa dihindari, namun dapat diminimalkan dengan langkah antisipatif dan kolaborasi semua pihak.

“Apa yang terjadi di tingkat global pasti berdampak hingga nasional dan daerah. Karena itu, budaya hemat energi harus menjadi bagian dari keseharian kita,” imbuhnya.

Secara khusus, Khofifah juga meminta agar pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima (PKL) tetap mendapatkan perlindungan dalam distribusi LPG.

“Kami minta dipastikan pelaku UMKM dan PKL tetap terdata di pangkalan, sehingga usaha mereka tidak terdampak akibat informasi yang belum utuh,” katanya.

 

 

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved