Gubernur Khofifah dan Pertamina Sepakat Galakkan Masyarakat Hemat LPG
Gubernur Jatim dan Pertamina sepakat mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan budaya hemat energi, khususnya dalam penggunaan LPG.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Ia menekankan pentingnya pengaturan distribusi LPG berbasis kelompok ekonomi masyarakat agar lebih tepat sasaran.
“Kami sepakat dengan Pak GM bahwa gerakan hemat energi harus menjadi gerakan bersama. Namun, di sisi lain perlu ada pemetaan yang jelas berdasarkan desil ekonomi masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurutnya, LPG subsidi 3 kilogram (PSO) seharusnya difokuskan untuk masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah, sementara masyarakat menengah ke atas diarahkan menggunakan LPG non-subsidi.
“Desil 1 sampai 5 sebaiknya menggunakan LPG 3 Kg yang bersubsidi. Sementara di atas itu sudah mulai menggunakan LPG non-PSO seperti 5,5 Kg atau 12 Kg. Ini penting agar distribusi lebih adil dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” jelasnya.
Saring Informasi Penyebab Panic Buying
Khofifah juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Saya mohon masyarakat tidak melakukan panic buying. Regulasi ini justru ingin memberikan kepastian bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Ia menambahkan, dampak krisis global memang tidak bisa dihindari, namun dapat diminimalkan dengan langkah antisipatif dan kolaborasi semua pihak.
“Apa yang terjadi di tingkat global pasti berdampak hingga nasional dan daerah. Karena itu, budaya hemat energi harus menjadi bagian dari keseharian kita,” imbuhnya.
Secara khusus, Khofifah juga meminta agar pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima (PKL) tetap mendapatkan perlindungan dalam distribusi LPG.
“Kami minta dipastikan pelaku UMKM dan PKL tetap terdata di pangkalan, sehingga usaha mereka tidak terdampak akibat informasi yang belum utuh,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Gubernur-Khofifah-menerima-Executive-GM-Pertamina-Patra-Niaga-Jatimbalinus-Iwan-Yudha-Wibawa.jpg)