Rabu, 15 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular 5 Km di Pelabuhan Ketapang 

Antrean kendaraan tembus 5 km di Ketapang, pemudik harus menunggu berjam-jam—ini penyebabnya!

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Aflahul Abidin
ANTRE - Kendaraan mengantre masuk kapal di kantong parkir Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Minggu (29/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puncak arus balik, antrean kendaraan di Ketapang mengular hingga 5 km. 
  • Didominasi truk logistik, pemudik antre berjam-jam menunggu kapal. 
  • ASDP terapkan TBB dan tambah kapal untuk atasi kepadatan.

 

SURYA.CO.ID BANYUWANGI - Ratusan kendaraan menyerbu Pelabuhan Ketapang Banyuwangi saat puncak arus balik di lintas Jawa-Bali, Minggu (29/3/2026). Antrean kendaraan mengular beberapa kilometer (km).

Pantuan di lapangan, antrean di dominasi oleh truk logistik. Ada juga beberapa kendaraan pribadi. Di jalan depan Pelabuhan Ketapang, kendaraan terlihat mengalir. Namun, antrean padat terjadi di jalur sisi utara pelabuhan.

Pencitraan peta digital Google Maps menunjukkan, ekor kemacetan berada di jarak sekitar 5 kilometer (km) dari pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Meski demikian, kemacatan terpantau terputus-putus di beberapa titik.

Area Parkir Pelabuhan Ketapang Penuh

Sementara di area parkir Pelabuhan Ketapang, kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi area parkir. Mereka telah mengantre sejak berjam-jam sebelumnya dan menunggu giliran naik ke kapal.

Rofiq, warga Jember yang hendak kembali ke Bali usai mudik, mengatakan, telah mengantre lebih dari sejam di Pelabuhan Ketapang.

Baca juga: Update Arus Balik Ketapang-Bali: Baru 47 Persen Pemudik yang Kembali

"Tapi belum juga naik kapal," kata Rofiq, yang kembali ke Bali naik mobil.

Meski sempat terjebak macet, Rofiq menyebut, kondisi tersebut masih dapat dimaklumi ketimbang saat macet arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk sebelum Lebaran.

Saat itu, Rofiq sempat terjebak kemacatan selama 10 jam.

Pemudik lain, Irma, mengatakan, antrean menuju kapal cukup panjang. Menaiki sepeda motor dari Jember, Irma mengaku perjalanannya di jalan raya terbilang lancar.

"Saya berangkat jam 5 pagi dari Jember. Sampai di Pelabuhan Ketapang jam 9 pagi. Sudah antre," kata dia.

Baca juga: Macet Horor di Gilimanuk Menuju Ketapang Tak Ingin Terulang, Gapasdap Usulkan Solusi Ini

GM ASDP Indonesia Ferry Ketapang Arief Eko mengatakan, kepadatan kendaraan didominasi oleh truk logistik yang menyerbu pelabuhan sejak Sabtu (28/3/2026) malam. 

Kantong-kantong parkir di luar area pelabuhan telah difungsikan. Namun banyaknya kendaraan yang melintas membuat antrean di luar jalan tak terhindarkan.

Untuk mengatasi Kemacetan, ASDP menerapkan sistem tiba bongkar muat (TBB) di enam dermaga. Masing-masing adalah tiga dermaga LCM, dua dermaga Bulusan, dan Dermaga MB IV.

"Kami juga menyiagakan KMP Portlink VII (kapal ukuran besar) di Dermaga Bulusan untuk melayani TBB," ucap dia. 

 

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved