Rabu, 20 Mei 2026

Berita Viral

Duduk Perkara Kasus Aipda RD Polisi Pacitan Kejar Pemuda hingga Tewas Tabrak Tiang, Berakhir Damai

Kecelakaan maut di Pacitan berakhir damai. Polisi minta maaf, anggota diperiksa, dan keluarga korban terima penyelesaian kekeluargaan.

Tayang:
Surya.co.id
POLISI KEJAR PEMUDA - Kolase foto Aipda RD, anggota Satlantas Polres Pacitan yang melakukan pengejaran dan menewaskan warga Brebes bernama Diva Tri Herianto. Simak duduk perkaranya. 

"Sudah kami amankan dan sedang dilakukan proses pemeriksaan secara intensif dan kami sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim," urai Kapolres Pacitan.

Ia juga menekankan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara objektif dan transparan.

"Jika ada yang tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), akan kita berikan sanksi," lanjutnya.

Pemeriksaan Internal oleh Propam Polda Jatim

Proses pendalaman terhadap Aipda RD dilakukan oleh Bidang Propam Polda Jawa Timur sejak hari kejadian.

Pemeriksaan masih berlangsung guna memastikan kesesuaian tindakan petugas di lapangan dengan prosedur yang berlaku.

"Terkait adanya petugas di lapangan (Aipda RD) yang melakukan upaya penghentian terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, masih dilakukan proses pendalaman menyeluruh untuk memastikan kronologi dan kesesuaian prosedur," ujarnya saat dihubungi.

Menurut pihak kepolisian, pemeriksaan ini merupakan bagian dari evaluasi internal.

"Terhadap Aipda RD sedang dilakukan proses pemeriksaan internal sebagai bagian dari proses evaluasi yang sedang berjalan," katanya.

Pihak Polda Jatim juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan komunikasi terus dilakukan.

"Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan akan terus berkomunikasi dengan pihak keluarga," pungkasnya.

Kesaksian Warga

Perangkat Desa Arjowinangun, Eko Pujiwinarno, membenarkan adanya aksi pengejaran dengan kecepatan tinggi yang melewati wilayahnya, Jumat (27/3/2026).

Menurut Eko, insiden bermula saat korban dan petugas kepolisian sama-sama melaju kencang mulai dari area jembatan hingga masuk ke jalanan kampung.

"Yang jelas cerita warga saya itu kejar-kejaran mulai masuk jembatan atau jalan yang menjadi TKP. Sama-sama berkecepatan tinggi," ungkap Eko saat dihubungi SURYA.co.id.

Kondisi jalan yang menjadi lokasi kecelakaan merupakan jalan antar-RW yang hanya memiliki lebar sekitar 3 meter, sehingga sulit untuk dilalui kendaraan berpapasan.

Pasca-kecelakaan, ketegangan sempat terjadi di lokasi karena sejumlah warga yang emosi mencoba mendatangi petugas kepolisian berinisial Aipda RD.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved