Senin, 27 April 2026

Kapal Pecah Hantam Karang di Trenggalek, 5 Nelayan Selamat Usai Terapung 12 Jam

Lima nelayan selamat setelah kapal pecah menghantam karang di Trenggalek dan bertahan mengapung 12 jam.

istimewa
BERTAHAN - Personel Pos Basarnas Trenggalek meminta keterangan dari nelayan yang baru saja diselamatkan, Senin (16/3/2026). Lima nelayan tersebut berhasil bertahan mengapung di laut menggunakan tutup box ikan hingga ditemukan pemancing lain. (Dokumentasi Pos Basarnas Trenggalek) 

Ringkasan Berita:
  • Kapal nelayan pecah menghantam karang di perairan Pantai Solimo, Trenggalek.
  • Lima nelayan bertahan mengapung sekitar 12 jam dengan tutup box ikan.
  • Korban akhirnya ditemukan pemancing dan dievakuasi tim SAR gabungan.

 

SURYA.co.id TRENGGALEK - Lima nelayan mengalami kecelakaan laut setelah kapal yang mereka tumpangi pecah menghantam batu karang di perairan Pantai Solimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Minggu (15/3/2026) malam. 

Seluruh korban berhasil selamat setelah bertahan berjam-jam di tengah laut sebelum akhirnya dievakuasi tim SAR gabungan.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo menuturkan, para nelayan tersebut diketahui telah melaut sejak 26 Februari 2026 dari pelabuhan di Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung untuk memancing ikan.

Insiden terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat kapal dalam perjalanan pulang menuju Pantai Popoh. Di perairan sekitar Pantai Solimo, kapal tiba-tiba menabrak batu karang silem atau karang yang tidak terlihat di permukaan laut.

Benturan Keras Kapal dan Batu Batu Karang

Benturan keras membuat kapal terpental, pecah, dan akhirnya tenggelam di tengah kondisi gelombang laut yang cukup tinggi.

Baca juga: 2 Nelayan di Perahu Sinar Laut Terombang-ambing 2 Hari di Laut, Diselamatkan Satpolairud

"Gelombang saat itu sedang tinggi dan perahu pecah setelah menghantam batu karang yang tidak terlihat," ujar Bayu, Senin (16/3/2026).

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh nelayan Prigi bernama Muchsin pada Senin pukul 10.00 WIB setelah diketahui kelima anak buah kapal (ABK) berhasil menepi di tebing pinggir pantai namun membutuhkan bantuan evakuasi.

Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat karena medan menuju lokasi cukup sulit, yakni melewati tebing, perbukitan pantai, dan jalan setapak. Para korban kemudian dijemput menggunakan kendaraan roda dua untuk dibawa ke lokasi aman.

"Sebelum kami evakuasi, korban sudah berhasil menepi di tebing pinggir pantai," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Watulimo AKP Sunarto menambahkan kapal tersebut diawaki satu nahkoda dan empat anak buah kapal yang telah melaut selama 18 hari sebelum kecelakaan terjadi.

Baca juga: Kronologi Nelayan Lamongan Temukan Jasad Kasmaun Mengapung di Laut Paciran

Saat kapal tenggelam, kelima nelayan bertahan hidup dengan cara berpegangan pada tutup box ikan sebagai alat bantu mengapung.

"Selama kurang lebih 12 jam mereka hanya berpegangan tutup box ikan untuk tetap mengapung di laut," ungkap Sunarto.

Keesokan paginya, seorang pemancing yang berada di sekitar Pantai Damas, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, melihat para korban di tepi tebing pantai.

Karena posisi korban berada di medan yang cukup curam, pertolongan awal dilakukan menggunakan tali tambang.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved