Mudik Lebaran 2026
Macet Parah H-6 Lebaran, DPR Desak Tambah Dermaga Ketapang-Gilimanuk
Arus mudik H-6 Lebaran padat, DPR desak penambahan dermaga Ketapang-Gilimanuk agar lancar.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Macet H-6 Lebaran, DPR minta tambah dermaga Ketapang-Gilimanuk agar arus mudik lancar.
- Dermaga terbatas bikin jadwal kapal kacau, DPR dorong penambahan 2 pasang dermaga baru.
- Arus padat mudik + Nyepi, kapasitas dermaga cuma 60 persen, DPR desak solusi cepat.
SURYA.co.id Banyuwangi - Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendesak pemerintah untuk membangun dermaga tambahan di lintas Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa-Bali.
Sejak H-6 Lebaran 2026 atau Minggu (15/3/2026), kemacetan sepanjang kira-kira 30 kilometer (km) terjadi di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
"Lintasan ini merupakan lintasan antarprovinsi, sehingga sangat vital dan memiliki potensi yang besar. Oleh karena itu, lintasan ini harus menjadi perhatian pemerintah," kata dia, saat berkunjung ke Pelabuhan Ketapang, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, arus mudik Lebaran yang bersamaan dengan Hari Raya Nyepi membuat penumpukan pemudik terjadi. Kondisi dermaga yang terbatas, kata dia, membuat proses pengangkutan penumpang dari Bali menuju Jawa tak maksimal.
Lintas Ketapang-Gilimanuk Memiliki 7 Pasang Dermaga Aktif
Lintas Ketapang-Gilimanuk memiliki 7 pasang dermaga aktif. Masing-masing pasang dermaga hanya ideal untuk pergerakan empat kapal setiap harinya. Akibatnya, jumlah ideal kapal aktif di lintas Ketapang-Gilimanuk adalah 28 unit.
Baca juga: H-5 Lebaran 2026, Ratusan Warga Mudik Naik Kapal ke Pulau Bawean Gresik
Pada saat arus padat, jumlah kapal yang bergerak bertambah hingga 35 unit. Menurut Bambang, penambahan kapal di satu lintasan membuat jadwal penyebrangan kacau. Padahal, jumlah kapal yang tersedia di lintas Jawa-Bali sebanyak 55 unit.
"Ke depan pemerintah masih perlu memberikan solusi yang lebih baik. Saat ini kapasitas dermaga yang ada hanya mampu menampung operasional kapal sekitar 60 persen. Artinya, masih ada sekitar 40 persen kapal yang belum dapat tertampung dan dioperasikan secara maksimal," tutur dia.
Menurut Bambang, perlu ada penambahan minimal dua pasang dermaga di lintas Ketapang-Gilimanuk. Penambahan dermaga tersebut dinilai penting untuk menyambut tersambungnya tol Probowangi beberapa tahun mendatang.
"Jumlah kapal tidak perlu ditambah, karena saat ini lebih dari 20 kapal justru berhenti beroperasi akibat keterbatasan dermaga," imbuhnya.
Menurutnya, penambahan dua pasang dermaga akan meningkatkan kapasitas penyebrangan hingga 40 persen. Dua pasang dermaga bisa mengaktifkan sebanyak delapan unit kapal setiap hari.
Baca juga: Angkutan Lebaran 2026 di Selat Bali Rawan Macet, Gapasdap: Pelabuhan Ketapang Butuh 10 Dermaga
"Peningkatan kapasitas sebesar 40 persen ini sangat signifikan dan dapat mengurangi bahkan menghilangkan penumpukan penumpang maupun kendaraan," ucap dia.
Politisi Partai Gerindra itu mengaku, akan mendorong pemerintah agar merealisasikan pembangunan dermaga di lintasan tersebut. Selain penting untuk momentum padat penumpang, pembangunan dermaga bakal memperkuat kepariwisataan di Bali dan Banyuwangi.
Mudik Lebaran 2026
angkutan mudik Lebaran
Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk
puncak mudik 17 Maret 2026
mudik Bali - Jawa padat
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Meaningful
| Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular 5 Km di Pelabuhan Ketapang |
|
|---|
| Arus Mudik Lokal H+2 Lebaran, Lalu Lintas Babat Lamongan Padat di Simpang Tugu Wingko |
|
|---|
| Mudik Lebaran 2026 Makin Nyaman, WINGS Food Siapkan Pondok Rehat di Jalur Tol dan Non Tol |
|
|---|
| Trafik di Bandara Dhoho Kediri Naik di Lebaran 2026, Proyeksi 3.375 Penumpang dari 22 Penerbangan |
|
|---|
| Mahasiswa Untag Isi Liburan dengan Mengabdi di Masa Mudik Lebaran, Bantu di Stasiun dan Terminal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pelabuhan-ketapang-sidak.jpg)