Sabtu, 25 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Macet Parah H-6 Lebaran, DPR Desak Tambah Dermaga Ketapang-Gilimanuk

Arus mudik H-6 Lebaran padat, DPR desak penambahan dermaga Ketapang-Gilimanuk agar lancar.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Aflahul Abidin
DERMAGA - Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat mengecek di area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (16/3/2026). Ia mendesak pemerintah menambah dermaga di lintasan tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Macet H-6 Lebaran, DPR minta tambah dermaga Ketapang-Gilimanuk agar arus mudik lancar.
  • Dermaga terbatas bikin jadwal kapal kacau, DPR dorong penambahan 2 pasang dermaga baru.
  • Arus padat mudik + Nyepi, kapasitas dermaga cuma 60 persen, DPR desak solusi cepat.

 

SURYA.co.id  Banyuwangi - Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendesak pemerintah untuk membangun dermaga tambahan di lintas Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa-Bali. 

Sejak H-6 Lebaran 2026 atau Minggu (15/3/2026), kemacetan sepanjang kira-kira 30 kilometer (km) terjadi di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

"Lintasan ini merupakan lintasan antarprovinsi, sehingga sangat vital dan memiliki potensi yang besar. Oleh karena itu, lintasan ini harus menjadi perhatian pemerintah," kata dia, saat berkunjung ke Pelabuhan Ketapang, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, arus mudik Lebaran yang bersamaan dengan Hari Raya Nyepi membuat penumpukan pemudik terjadi. Kondisi dermaga yang terbatas, kata dia, membuat proses pengangkutan penumpang dari Bali menuju Jawa tak maksimal.

Lintas Ketapang-Gilimanuk Memiliki 7 Pasang Dermaga Aktif

Lintas Ketapang-Gilimanuk memiliki 7 pasang dermaga aktif. Masing-masing pasang dermaga hanya ideal untuk pergerakan empat kapal setiap harinya. Akibatnya, jumlah ideal kapal aktif di lintas Ketapang-Gilimanuk adalah 28 unit.

Baca juga: H-5 Lebaran 2026, Ratusan Warga Mudik Naik Kapal ke Pulau Bawean Gresik

Pada saat arus padat, jumlah kapal yang bergerak bertambah hingga 35 unit. Menurut Bambang, penambahan kapal di satu lintasan membuat jadwal penyebrangan kacau. Padahal, jumlah kapal yang tersedia di lintas Jawa-Bali sebanyak 55 unit.

"Ke depan pemerintah masih perlu memberikan solusi yang lebih baik. Saat ini kapasitas dermaga yang ada hanya mampu menampung operasional kapal sekitar 60 persen. Artinya, masih ada sekitar 40 persen kapal yang belum dapat tertampung dan dioperasikan secara maksimal," tutur dia.

Menurut Bambang, perlu ada penambahan minimal dua pasang dermaga di lintas Ketapang-Gilimanuk. Penambahan dermaga tersebut dinilai penting untuk menyambut tersambungnya tol Probowangi beberapa tahun mendatang.

"Jumlah kapal tidak perlu ditambah, karena saat ini lebih dari 20 kapal justru berhenti beroperasi akibat keterbatasan dermaga," imbuhnya.

Menurutnya, penambahan dua pasang dermaga akan meningkatkan kapasitas penyebrangan hingga 40 persen. Dua pasang dermaga bisa mengaktifkan sebanyak delapan unit kapal setiap hari.

Baca juga: Angkutan Lebaran 2026 di Selat Bali Rawan Macet, Gapasdap: Pelabuhan Ketapang Butuh 10 Dermaga

"Peningkatan kapasitas sebesar 40 persen ini sangat signifikan dan dapat mengurangi bahkan menghilangkan penumpukan penumpang maupun kendaraan," ucap dia.

Politisi Partai Gerindra itu mengaku, akan mendorong pemerintah agar merealisasikan pembangunan dermaga di lintasan tersebut. Selain penting untuk momentum padat penumpang, pembangunan dermaga bakal memperkuat kepariwisataan di Bali dan Banyuwangi. 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved