Rabu, 15 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Dishub Lamongan Siapkan Langkah Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Dishub Kabupaten Lamongan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. 

|
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Hanif Manshuri
Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Dianto Hari Wibowo saat diwawancarai SURYA.co.id, Kamis (12/3/2026). Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Dishub Lamongan bersama Polres siapkan antisipasi arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan pemetaan titik rawan.
  • Fokus pengamanan di perlintasan kereta api, ruas jalan rawan banjir Sukodadi–Paciran, serta pasar tumpah Babat.
  • Sterilisasi area pasar dan dukungan KAI diharapkan menjaga kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pemudik.

 

SURYA.co.id LAMONGANDinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. 

Bersama jajaran kepolisian, Dishub telah memetakan beberapa titik rawan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Koordinasi dengan Polres Lamongan

Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hari Wibowo mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Polres Lamongan guna mengantisipasi berbagai potensi permasalahan selama periode mudik dan balik Lebaran.

Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026: Penumpang di Stasiun Lamongan Mulai Meningkat, 9.555 Tiket KA Terjual

“Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan Polres Lamongan untuk mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan balik,” kata Dianto Hari Wibowo kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Titik yang Berpotensi Timbulkan Kepadatan Lalu Lintas

Menurutnya, beberapa titik di Lamongan menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.

 Di antaranya dua perlintasan kereta api yang berada di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Jaksa Agung Suprapto, serta sejumlah perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub Lamongan juga mendapat dukungan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam pengamanan perlintasan kereta api guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Waspadai Ruas Jalan Rawan Banjir

Selain itu, Dishub juga mewaspadai sejumlah ruas jalan yang rawan banjir. 

Salah satunya ruas jalan Sukodadi–Paciran, terutama yang berada di wilayah Kecamatan Karanggeneng, yang hingga kini masih terdampak banjir.

“Ruas jalan tersebut juga dilintasi angkutan umum Transjatim sehingga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

Pasar Tumpah di Kawasan Babat

Dianto menambahkan, Jalur Lingkar Utara (JLU) Lamongan juga menjadi perhatian karena berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur alternatif apabila terjadi kepadatan di jalur tengah.

Hal lain yang diantisipasi adalah keberadaan pasar tumpah di kawasan Pasar Babat yang kerap menimbulkan kemacetan saat arus kendaraan meningkat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub Lamongan telah berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan untuk melakukan sterilisasi area pasar.

Di Pasar Babat akan dilakukan sterilisasi sehingga diharapkan tidak ada lagi kendaraan yang parkir di tepi jalan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved