Mudik Lebaran 2026
Dishub Lamongan Siapkan Langkah Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Dishub Kabupaten Lamongan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Dishub Lamongan bersama Polres siapkan antisipasi arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan pemetaan titik rawan.
- Fokus pengamanan di perlintasan kereta api, ruas jalan rawan banjir Sukodadi–Paciran, serta pasar tumpah Babat.
- Sterilisasi area pasar dan dukungan KAI diharapkan menjaga kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pemudik.
SURYA.co.id LAMONGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Bersama jajaran kepolisian, Dishub telah memetakan beberapa titik rawan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
Koordinasi dengan Polres Lamongan
Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hari Wibowo mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Polres Lamongan guna mengantisipasi berbagai potensi permasalahan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026: Penumpang di Stasiun Lamongan Mulai Meningkat, 9.555 Tiket KA Terjual
“Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan Polres Lamongan untuk mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan balik,” kata Dianto Hari Wibowo kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Titik yang Berpotensi Timbulkan Kepadatan Lalu Lintas
Menurutnya, beberapa titik di Lamongan menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Di antaranya dua perlintasan kereta api yang berada di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Jaksa Agung Suprapto, serta sejumlah perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub Lamongan juga mendapat dukungan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam pengamanan perlintasan kereta api guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Waspadai Ruas Jalan Rawan Banjir
Selain itu, Dishub juga mewaspadai sejumlah ruas jalan yang rawan banjir.
Salah satunya ruas jalan Sukodadi–Paciran, terutama yang berada di wilayah Kecamatan Karanggeneng, yang hingga kini masih terdampak banjir.
“Ruas jalan tersebut juga dilintasi angkutan umum Transjatim sehingga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus,” ujarnya.
Pasar Tumpah di Kawasan Babat
Dianto menambahkan, Jalur Lingkar Utara (JLU) Lamongan juga menjadi perhatian karena berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur alternatif apabila terjadi kepadatan di jalur tengah.
Hal lain yang diantisipasi adalah keberadaan pasar tumpah di kawasan Pasar Babat yang kerap menimbulkan kemacetan saat arus kendaraan meningkat.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub Lamongan telah berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan untuk melakukan sterilisasi area pasar.
Di Pasar Babat akan dilakukan sterilisasi sehingga diharapkan tidak ada lagi kendaraan yang parkir di tepi jalan.
| Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular 5 Km di Pelabuhan Ketapang |
|
|---|
| Arus Mudik Lokal H+2 Lebaran, Lalu Lintas Babat Lamongan Padat di Simpang Tugu Wingko |
|
|---|
| Mudik Lebaran 2026 Makin Nyaman, WINGS Food Siapkan Pondok Rehat di Jalur Tol dan Non Tol |
|
|---|
| Trafik di Bandara Dhoho Kediri Naik di Lebaran 2026, Proyeksi 3.375 Penumpang dari 22 Penerbangan |
|
|---|
| Mahasiswa Untag Isi Liburan dengan Mengabdi di Masa Mudik Lebaran, Bantu di Stasiun dan Terminal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lamongan-langkah-antisipasi-untuk-menghadapi-arus-mudik-dan-arus-balik-Lebaran-2026.jpg)