Jumat, 15 Mei 2026

Trenggalek Targetkan Kota Atraktif, Libatkan Anak Muda dan Komunitas Kreatif

Trenggalek dorong anak muda dan komunitas hidupkan kota atraktif, fokus wisata, ekonomi, dan talent

Tayang:
istimewa/Dokumen Disparbud Trenggalek
DESTINASI WISATA - Wisatawan bermain Banana Boat di Pantai Pasir Putih Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Minggu (23/11/2025). Berkunjung ke pantai di Trenggalek jadi pilihan tepat untuk mengisi Libur Nataru 2025/2026. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin libatkan komunitas dan lintas sektor untuk mewujudkan Trenggalek Kota Atraktif. 

"Kita ingin spot wisata semakin bersih dan cantik sehingga wisatawan mau datang ke Trenggalek," ujarnya.

Ketiga, menarik trader atau pelaku usaha agar mau melakukan transaksi ekonomi di Trenggalek. Potensi komoditas lokal seperti porang, cengkeh, dan produk pertanian lainnya diharapkan menjadi daya tarik perdagangan.

Sementara target keempat adalah investasi, yakni menciptakan iklim daerah yang mampu menarik penanam modal sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Di sisi lain, Pemkab Trenggalek akan mengarahkan berbagai program pemberdayaan komunitas agar selaras dengan pengembangan kota atraktif.

Misalnya, kelompok seni yang menerima program bantuan akan diarahkan tampil rutin di kawasan wisata pada jam-jam kunjungan utama.

"Kita kasih dukungan, tapi dengan perjanjian mereka tampil di destinasi wisata saat prime time, seperti akhir pekan atau hari libur," jelas Mas Ipin.

Program literasi digital juga akan difokuskan pada sektor ekonomi produktif, seperti pelatihan live selling dan perdagangan daring. Pemerintah bahkan menyiapkan studio serta akses internet di kawasan Pasar Pon untuk mendukung pelaku usaha muda.

"Nanti studionya kita siapkan, internetnya kita pasang. Mereka bisa live jualan dari situ sekaligus membantu memasarkan produk pedagang Pasar Pon," katanya.

Melalui langkah tersebut, ruang-ruang publik yang telah dibangun pemerintah diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi, kreativitas, dan interaksi masyarakat.

"Jadi ruang-ruang yang sudah kita bangun itu direaktivasi. Kotanya sudah ada, sekarang aktivitasnya yang harus hidup," pungkasnya.

 

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved