Rabu, 20 Mei 2026

Ekspor Jajanan Produk Lokal asal Kramat Mengare Gresik Tembus Pasar Maladewa Hingga Sri Lanka

Produk bermerek Krupy yang diproduksi ibu-ibu binaan PKK Mengare , Bungah Gresik, mencatat ekspor ke negara benua Asia Selatan.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/PKK Kramat Mengare
EKSPOR PRODUK UMKM - Paket UMKM Krupy asal Desa Kramat Mengare, Bungah, Gresik tembus pasar internasional, Minggu (8/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jajanan lokal berupa kerupuk dan aneka krispi asal Kramat Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur berhasil menembus pasar internasional.
  • Produk bermerek Krupy yang diproduksi ibu-ibu binaan PKK mencatat ekspor ke negara benua Asia Selatan. Ke Maladewa, Sri Lanka, dan India.
  • Keberhasilan ekspor perdana diharapkan dapat memicu semangat masyarakat desa dalam meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Jajanan lokal berupa kerupuk dan aneka krispi asal Kramat Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur berhasil menembus pasar internasional.

Produk bermerek Krupy yang diproduksi ibu-ibu binaan PKK mencatat ekspor ke negara benua Asia Selatan.

Produk UMKM Krupy ini, perdana diekspor ke Maladewa, Sri Lanka, dan India.

Baca juga: Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik ke India, Datangkan Devisa Rp 1,9 Miliar Lebih

 

Sukses Tembus Pasar Ekspor

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Penggerak PKK dalam mendorong promosi sekaligus peningkatan kualitas produk.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pengurusan legalitas usaha, menjalin komunikasi dengan pihak Bea Cukai, hingga aktif mengikuti pameran produk yang diselenggarakan sejumlah perusahaan besar.

“Alhamdulillah dengan penuh perjuangan, produk Krupy hasil produksi ibu-ibu warga Desa Kramat Mengare berhasil ekspor perdana ke Maladewa, Sri Lanka, dan India,” ujar Ketua Penggerak PKK Kramat Mengare, Umu Salamah, Minggu (8/3/2026).

Umu sapaan akrabnya, menjelaskan, bahan baku utama pembuatan kerupuk dan aneka krispi tersebut berasal dari hasil laut para nelayan lokal serta warga setempat.

Seluruh proses produksi juga melibatkan tenaga kerja dari masyarakat desa.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas menggunakan desain kemasan yang lebih modern setelah mendapatkan pendampingan dari sejumlah perusahaan, sehingga tampil lebih menarik dan memenuhi standar ekspor.

“Kalau jajanannya murni hasil olahan warga lokal, lalu dikemas dengan kemasan modern hasil pendampingan beberapa perusahaan, agar lebih menarik sekaligus memenuhi standar ekspor,” terangnya.

Baca juga: Magetan Tembus Pasar Dunia: 6 UMKM Resmi Ekspor Produk ke Maldives

 

Momentum Meningkatkan Kualitas

Pada pengiriman perdana ini, menjadi momentum penting bagi warga Desa Kramat Mengare untuk terus mengembangkan potensi produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Ia berharap keberhasilan ini dapat memicu semangat masyarakat desa dalam meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara.

“Kita optimis bisa memperluas pasar global, tidak hanya Maladewa, Sri Lanka, India. Semoga ini langkah awal untuk membawa produk lokal warga Desa Kramat Mengare semakin dikenal di pasar Internasional,” imbuhnya. (wil)
 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved