Selasa, 19 Mei 2026

Wabup Gresik Asluchul Alif justru Dorong Masyarakat Mengawasi Program MBG

Menurut Wabup Gresik, Alif keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pengelola dapur, tapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sekitar

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Humas Pemkab Gresik
MBG GRESIK - Wabup Alif (batik merah) meresmikan SPPG Sinar Giri Kedaton di Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kamis (5/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan kualitas makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Pengawasan dari masyarakat dinilai penting untuk memastikan dapur selalu dalam kondisi steril serta proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar.
  • Wabup Alif meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Giri Kedaton di Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kamis (5/3/2026).

 

SURYA.CO.ID. GRESIK  - Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan kualitas makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan saat meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Giri Kedaton di Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kamis (5/3/2026).

Menurut Alif, sapaan akrabnya, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pengelola dapur, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sekitar dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

"Dapur ini akan melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat, khususnya murid sekolah. Saya mengajak warga sekitar untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut berperan aktif dalam pengawasan sehari-hari," ujar Wabup Alif.

Ia menegaskan, keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama.

Baca juga: Program MBG Didukung Anggaran Rp 268 Triliun, DPD RI Ungkap Dampak untuk Ekonomi Desa

 

Pentingnya Pengawasan Masyarakat

Pengawasan dari masyarakat dinilai penting untuk memastikan dapur selalu dalam kondisi steril serta proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar.

Wabup Alif berharap keamanan dan kualitas makanan tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola dapur.

Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari memastikan dapur selalu steril, peralatan memasak bersih, hingga menu yang disajikan benar-benar higienis dan layak konsumsi.

"Bicara soal gizi maka komposisinya harus benar-benar seimbang. Mulai dari kandungan vitamin, karbohidrat hingga cara masak yang benar dan betul. Selain itu, sertifikat kebersihan, sertifikat gizinya juga harus dipastikan," tegasnya.

Selain aspek kesehatan, Wabup Alif juga menilai keberadaan dapur SPPG dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Program MBG dinilai membuka peluang penyerapan tenaga kerja sekaligus pemanfaatan produk lokal sebagai bahan baku makanan.

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal," ungkapnya.

Baca juga: 17 SPPG Jatim Kena Sanksi BGN, Wagub Jatim Emil Berterimakasih : Tidak Boleh Pakai Kresek 

 

Ia menambahkan, kehadiran SPPG Sinar Giri Kedaton yang berkolaborasi dengan Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) menjadi contoh sinergi lintas elemen dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved