Kamis, 21 Mei 2026

Dewan Pendidikan Lamongan Minta MBG Dihentikan Selama Ramadan, Perlu Evaluasi Pasca Banyak Pengaduan

Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) menerima banyak keluhan dan pengaduan terkait menu MBG yang tidak sesuai dengan budget anggaran. 

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id
ANGGOTA  DPL. Anggota Dewan Pendidikan Lamongan (DPL), M. Nur Ali Zulfikar meminta agar pemerintah menghentikan distribusi MBG selama  Ramadan dan memberikan rekomendasi agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Istimewa 
Ringkasan Berita:
  • Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) meminta distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) diihentikan sementara selama bulan Ramadan untuk dilakukan evaluasi.
  • Anggota DPL Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar meminta agar pemerintah menghentikan distribusi MBG selama  Ramadan dan memberikan rekomendasi agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh. 
  • Menu MBG yang disajikan tidak sesuai dengan budget anggaran TK sampai kelas 3 SD Rp 8000 dan kelas 4 SD sampai SMA Rp 10.000.

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN -  Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) meminta distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) diihentikan sementara selama bulan Ramadan untuk dilakukan evaluasi.

DPL menerima banyak keluhan dan pengaduan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai dengan budget anggaran. 

Anggota DPL Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar meminta agar pemerintah menghentikan distribusi MBG selama  Ramadan dan memberikan rekomendasi agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh. 

Setelah ditunjukkan menu MBG tersebut, Ali Zulfikar menilai menu yang disajikan tidak sesuai dengan budget anggaran TK sampai kelas 3 SD Rp 8000 dan kelas 4 SD sampai SMA Rp 10.000.

Baca juga: Viral Emak Emak Wali Murid di Lamongan Kembalikan Menu MBG , Kecewa Komposisi Menu

 

Tampung Keluhan Wali Murid dan Sekolah

"Kami mendapatkan laporan dari wali murid dan pihak sekolah, terkait makanan yang dibagikan kepada siswa selama Ramadan terkesan seadanya. Bahkan ada yang seperti menu takjil yang hanya bernilai Rp 5000," ujar Ali Zulfikar, Selasa (24/2/2026). 

Ali menegaskan, keluhan tersebut antara lain terkait kondisi makanan yang kurang segar, bahkan ada buah yang busuk, menu yang tidak sesuai kebutuhan gizi anak, hingga proses distribusi yang dinilai kurang maksimal atau terlambat.

"Oleh karena itu, kami meminta agar dilakukan evaluasi terhadap SPPG yang melaksanaan program MBG di sekolah-sekolah," terangnya. 

Ali mengimbau agar dilakukan perbaikan dalam pengelolaan, pengawasan, serta standar kualitas makanan yang disediakan bagi para siswa.

Usulan penghentian sementara program selama Ramadan dilakukan agar pihak penyelenggara memiliki waktu untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

" Evaluasi ini mencakup proses pengadaan bahan makanan, pengolahan, hingga sistem distribusi ke sekolah-sekolah," tegasnya. 

Baca juga: Satgas MBG Mojokerto Sidak SPPG di Kemlagi dan Gedeg, Kawal Makan Bergizi Gratis


Selain itu, Ali menilai, momentum Ramadan juga menjadi momentum yang tepat untuk melakukan penataan ulang sistem pelaksanaan program. 

Dikatakan, kalau mau program ini berjalan baik. Maka kami mengusulkan agar kualitas menu diperbaiki dan pengawasan diperketat.

"Sehingga ke depan, tercipta standar yang lebih baik dan menu yang benar-benar bergizi, serta layak dikonsumsi oleh siswa," pungkasnya.(Hanif Manshuri)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved