Catatan Capaian Program Pendidikan Dinas Pendidikan Jatim, Fokus Akses dan Kesejahteraan Guru
Dindik Provinsi Jatim mencatat sejumlah capaian sektor pendidikan, implementasi program Jatim Cerdas yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Dindik Provinsi Jawa Timur mencatat sejumlah capaian sektor pendidikan dalam implementasi program Jatim Cerdas yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kesejahteraan guru.
- Bantuan Siswa Miskin (BSM) terealisasi sebesar Rp 46,826 miliar untuk 46.826 siswa.
- Program Terapan Ekonomi Kreatif Guru (Proteg) yang telah berjalan selama dua tahun memberikan pendampingan kewirausahaan bagi guru honorer.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur mencatat sejumlah capaian sektor pendidikan dalam implementasi program Jatim Cerdas yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kesejahteraan guru.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, berbagai program strategis telah dijalankan dan sebagian berhasil melampaui target.
“Jawa Timur memiliki 439 SMA negeri dan 1.083 SMA swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 SMK swasta. Jumlah ini menuntut strategi pemerataan yang serius. Alhamdulillah, banyak program berjalan sukses dalam mewujudkan pendidikan berdampak,” ujarnya dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Khofifah Terima Kunjungan Dubes Swedia, Siap Kembangkan Sektor Transportasi dan Pendidikan
Anggaran Pembiayaan Pendidikan
Dalam aspek pembiayaan pendidikan, Bantuan Siswa Miskin (BSM) terealisasi sebesar Rp 46,826 miliar untuk 46.826 siswa.
Selain itu, revitalisasi gedung sekolah tidak layak dilakukan pada 215 SMA dengan anggaran Rp170,8 miliar, 175 SMK senilai Rp544,4 miliar, serta 67 SLB dengan anggaran Rp56,3 miliar.
Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) juga terealisasi sebesar Rp1,274 triliun bagi 1.312.512 siswa di 4.058 SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur.
Sementara itu, BOSDA Madin mencapai Rp198,5 miliar untuk 111.785 siswa ula dan wusta di 38 kabupaten/kota.
Di bidang sarana dan prasarana, pemerintah provinsi merehabilitasi ruang kelas pada 119 SMA dengan anggaran Rp54,4 miliar, 86 SMK senilai Rp27,3 miliar, serta SLB dengan anggaran Rp13,4 miliar.
Prestasi Siswa
Selain pemerataan akses, Dindik Jatim juga mencatat berbagai capaian prestasi siswa.
Jawa Timur berhasil meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) selama tiga tahun berturut-turut, serta juara umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), dan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
"Selama enam tahun berturut-turut, provinsi ini juga menjadi daerah dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT,"lanjutnya.
Pemerintah provinsi juga mengembangkan sekolah ketarunaan dengan menambah satu sekolah baru, yakni SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dinas-pendidikan-jatim-SMAN-2-Taruna-Pamong-Praja.jpg)