Selasa, 12 Mei 2026

Catatan Capaian Program Pendidikan Dinas Pendidikan Jatim, Fokus Akses dan Kesejahteraan Guru

Dindik Provinsi Jatim mencatat sejumlah capaian sektor pendidikan, implementasi program Jatim Cerdas yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id
Gubernur Jawa Timur bersama jajaran pemerintah berfoto dengan siswa penerima bantuan pendidikan usai peresmian sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur. 

Total terdapat enam SMA Taruna di Jawa Timur.

Program ini diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan dan nasionalisme siswa sejak jenjang pendidikan menengah.

“Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan nonakademik siswa. Dengan adanya sekolah ketarunaan, diharapkan lahir calon pemimpin bangsa dari Jawa Timur,” kata Aries.

Baca juga: Peluncuran IMAS dan Buku Saku GTK di Jatim, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Berbasis Inovasi

 

Peningkatan Kesejahteraan Guru

Upaya peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Pada peringatan Hari Guru Nasional, pemerintah provinsi memberikan bantuan sosial bedah rumah bagi 20 guru dengan nilai Rp 20–25 juta per orang.

Selain itu, Program Terapan Ekonomi Kreatif Guru (Proteg) yang telah berjalan selama dua tahun memberikan pendampingan kewirausahaan bagi guru honorer.

Program ini mencakup pengembangan usaha di bidang kuliner, percetakan, tata busana, jasa pendidikan, hingga sektor kreatif lain yang telah dilengkapi legalitas usaha.

Menurut Aries, program tersebut mendorong kemandirian ekonomi guru honorer sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. 

“Proteg bukan sekadar program, tetapi bukti nyata kepedulian. Kita melihat langsung guru-guru honorer yang kini mampu berdiri mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Setahun Kinerja Khofifah-Emil, Siap Kawal dan Bersinergi

Program SMA Double Track


Penguatan kewirausahaan juga menyasar siswa melalui program SMA Double Track yang diikuti 9.600 siswa di 144 lembaga.

Program ini menghasilkan rata-rata omzet unit usaha siswa sebesar Rp5–7 juta per bulan, dengan total akumulasi pendapatan mencapai Rp4,7 miliar hingga September 2025.

Di sisi inovasi pendidikan, ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 mencatat 24.626 pendaftar dari SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur yang menghasilkan 19.720 karya inovasi pendidikan. 

Dari jumlah tersebut, 30 karya dinilai sebagai inovasi paling visioner dan aplikatif.

Aries menegaskan capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved