Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Nelayan Lamongan Pilih Sandarkan Perahu
Para nelayan untuk sementara menyandarkan perahunya dan mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Dengan capaian tersebut, Margono optimistis target produksi perikanan tangkap pada 2026 tetap dapat tercapai.
Namun ia menegaskan capaian produksi tidak bisa dipaksakan karena sangat bergantung pada kondisi alam.
“Namanya target dan realisasi tidak bisa dipaksakan, karena kejadian alam itu tidak bisa diduga,” katanya.
Libur Melaut Hingga Februari
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Rukun Nelayan (RN) Blimbing, Nur Wakhid.
Dikatakan, seluruh nelayan di wilayahnya memilih libur melaut akibat musim angin barat yang telah berlangsung sejak pertengahan Desember lalu.
“Kondisi angin kencang, ombak besar, dan arus laut deras sudah terjadi sejak pertengahan Desember. Semua nelayan di Blimbing memilih tidak melaut demi keselamatan,” kata Nur Wakhid.
Ia memperkirakan nelayan baru dapat kembali melaut paling cepat pada awal Februari atau pertengahan Februari, menunggu kondisi cuaca laut benar-benar aman.
“Perkiraan paling cepat melaut lagi awal Februari atau pertengahan Februari,” katanya.
Baik Margono dan Nur Wakhid berharap ke depan kondisi cuaca semakin membaik agar aktivitas melaut kembali normal dan hasil tangkapan nelayan meningkat.
| Stok Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton, BULOG Ponorogo Pastikan Aman |
|
|---|
| Pengakuan Man Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya: Saya Sakit Hati |
|
|---|
| Respons Bupati Ony Anwar Pemkab Ngawi Kalah di PTUN Surabaya Soal Kasus Sekdes Tirak |
|
|---|
| Sosok Mohamad Risal Wasal, Dirjen Intram Kemenhub yang Diperiksa KPK Soal Kasus Sudewo Atur Proyek |
|
|---|
| Kisah Kakek 90 Tahun di Lumajang Naik Haji: Dari Merumput ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/di-pesisir-utara-Kabupaten-Lamongan.jpg)