Minggu, 26 April 2026

Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Nelayan Lamongan Pilih Sandarkan Perahu

Para nelayan untuk sementara menyandarkan perahunya dan mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Hanif Manshuri
BERSANDAR - Puluhan perahu nelayan bersandar di pesisir utara Kabupaten Lamongan, Selasa (20/1/2026). Nelayan pantura Lamongan tidak melaut untuk sementara karena ancaman cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Angin kencang dan gelombang tinggi membuat sebagian besar nelayan di Paturan Lamongan tidak melaut. Mereka memilih menyandarkan perahunya dan mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap.
  • Sekretaris Dinas Perikanan Lamongan, Margono Jaya Putra sebut aktivitas melaut menurun drastis sejak awal Januari 2026.
  • Nelayan berharap ke depan kondisi cuaca membaik agar aktivitas melaut kembali normal dan hasil tangkapan nelayan meningkat

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN -  Cuaca ekstrem yang melanda perairan Laut Jawa berdampak terhadap aktivitas nelayan di pesisir utara Kabupaten Lamongan.

Angin kencang, gelombang tinggi, membuat sebagian besar nelayan memilih tidak melaut dalam beberapa waktu terakhir.

Pantauan SURYA.CO.ID di pesisir utara Lamongan, para nelayan untuk sementara menyandarkan perahunya dan mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap.

Aktivitas Melaut Turun

Sekretaris Dinas Perikanan Lamongan, Margono Jaya Putra, mengatakan kondisi tersebut terpantau saat pihaknya melakukan peninjauan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong.

Dari hasil konfirmasi langsung kepada nelayan, aktivitas melaut menurun drastis sejak Januari hingga Februari.

Baca juga: Lamongan Diterpa Angin Berputar, Kerusakan 4 Rumah dan Tempat Usaha Bawa Kerugian Rp 145 Juta

“Saat kami turun ke Brondong dan meninjau TPI, kami konfirmasi langsung ke nelayan. Memang sepi, karena banyak nelayan tidak berani melaut akibat angin kencang dan ombak besar,” ujarnya, Selasa (20/1/ 2026)

Faktor Keselamatan Jadi Pertimbangan Nelayan

Dikatakan, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama nelayan.

Terutama bagi kapal dengan kondisi teknis yang kurang prima, risiko melaut di tengah cuaca ekstrem dinilai sangat tinggi.

“Kalau kapal kondisinya tidak sehat, dikhawatirkan bisa pecah di tengah ombak. Angin di laut juga sangat kencang,” katanya.

Baca juga: Nelayan Lamongan Kesulitan Dapatkan Solar Subsidi, Tak Melaut dan Pilih Sandarkan Perahunya

Margono menambahkan, dalam kondisi cuaca ekstrem tersebut, hanya satu hingga dua kapal yang berani melaut.

Akibatnya, aktivitas di TPI terlihat lengang dan pasokan hasil tangkapan ikan menurun.

Produksi Perikanan Tangkap Lamongan

Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga Februari dengan gelombang laut yang cukup besar.

Meski demikian, produksi perikanan tangkap Kabupaten Lamongan sepanjang 2025 tercatat tetap melampaui target. 

Berdasarkan data Dinas Perikanan Lamongan, realisasi produksi perikanan tangkap mencapai 79.685,22 ton, melebihi target 78.814 ton.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved