Data Ecoton: Udara Jombang Terkepung Mikroplastik, Jatirejo Paling Parah
Ecoton temukan polusi mikroplastik di udara Jombang Jatim. Wilayah Jatirejo tertinggi. Waspadai dampak serat sintetis pakaian bagi kesehatan.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Ecoton menemukan pencemaran mikroplastik di udara Jombang, Jatim, dengan titik tertinggi di wilayah Jatirejo, Diwek (16 partikel).
- Polutan didominasi jenis fiber (serat sintetis) yang berasal dari limbah pencucian pakaian rumah tangga yang mencemari lingkungan.
- Pakar memperingatkan risiko kesehatan karena mikroplastik dapat masuk ke rantai makanan manusia melalui konsumsi air dan ikan yang terkontaminasi.
SURYA.CO.ID, JOMBANG – Tanpa kita sadari, setiap helai pakaian sintetis yang kita cuci, dan limbah plastik yang kita buang sedang berubah menjadi "bom waktu" bagi kesehatan.
Kabar buruk ini datang dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), di mana hasil pemantauan lingkungan terbaru mengungkap fakta mengkhawatirkan: partikel mikroplastik kini melayang bebas di udara dan mengancam rantai makanan warga.
Hasil temuan mengejutkan ini dipaparkan oleh lembaga edukasi lingkungan Ecoton dalam kegiatan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Jombang, Senin (19/1/2026).
Melalui metode passive sampling menggunakan mikroskop portabel, terungkap bahwa partikel plastik berukuran mikro telah menyusup ke kawasan permukiman hingga area perkotaan.
Jatirejo Jadi Titik Tertinggi Pencemaran
Tim peneliti Ecoton mengambil sampel udara di tiga titik strategis yang merepresentasikan aktivitas masyarakat Jombang.
Hasilnya, wilayah Jatirejo di Desa Cukir mencatatkan angka polusi tertinggi dibanding kawasan pusat kota.
Berikut rincian hasil pemantauan mikroplastik di Jombang:
- Jatirejo (Kecamatan Diwek): 16 partikel (didominasi 13 fiber, 2 film, dan 1 fragmen).
- Depan Lapas Jombang: 14 partikel (10 fiber, 1 film, dan 3 fragmen).
- Depan Polres Jombang (Jl. KH. Wahid Hasyim): 13 partikel (seluruhnya jenis fiber).
Dominasi jenis fiber atau serat sintetis di ketiga lokasi ini menjadi sinyal kuat, bahwa limbah domestik rumah tangga adalah biang kerok utama.
Bahaya Serat Pakaian Sintetis dan Rantai Makanan
Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, menjelaskan bahwa serat mikro ini mayoritas berasal dari pakaian berbahan sintetis yang terlepas saat proses pencucian.
"Serat mikro ini terbawa aliran air menuju saluran, sungai, hingga akhirnya menguap dan mencemari lingkungan. Pola ini hampir selalu muncul di wilayah dengan aktivitas domestik yang padat," jelas Rafika pada Selasa (20/1/2026).
Bahaya mikroplastik tidak berhenti di udara. Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi, memberikan peringatan keras bahwa partikel ini sangat mudah masuk ke dalam tubuh manusia melalui siklus makanan.
"Apa yang ada di air akan dimakan ikan, lalu dikonsumsi manusia. Ini bukan persoalan kecil. Siklus ini berbahaya bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang jika terus dibiarkan," tegas Prigi.
Butuh Perbaikan Sistemik Pengelolaan Limbah
Senada dengan Prigi, Peneliti Senior Ecoton Amiruddin Muttaqin menyebutkan, bahwa pangkal masalahnya adalah belum optimalnya sistem pengelolaan limbah domestik di daerah.
Tanpa perbaikan serius dari pemerintah dan perubahan gaya hidup masyarakat, mikroplastik akan terus mengalir tanpa kendali.
udara Jombang terkepung mikroplastik
Ecoton
mikroplastik
bahaya mikroplastik
berita jombang hari ini
Prigi Arisandi
Jombang
SURYA.co.id
Meaningful
Multiangle
| Buntut Prajurit TNI Kopral Rico Pramudia Gugur di Lebanon, PBB-Kemlu RI Salahkan Israel Karena Ini |
|
|---|
| Pemkab Jember Hapus Denda Keterlambatan Pembayaran Pajak Daerah, Berlaku Hingga 30 Juni 2026 |
|
|---|
| Hasil Verval Data Kemiskinan Jember, Ribuan Warga Terindikasi Mampu Tapi Terima Bantuan |
|
|---|
| Imbas Menkeu Purbaya Mau Kenakan Tarif di Selat Malaka, Diprotes Negara Tetangga, Padahal Tak Serius |
|
|---|
| Riwayat Penyakit Benjamin Netanyahu hingga Terdeteksi Kanker Prostat, Ini Alasan Baru Akui Sekarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penelitian-udara-mengandung-mikroplastikdi-Jombang-Jatim.jpg)