Rabu, 6 Mei 2026

Gerimis Diikuti Angin Berputar di Situbondo, Atap Belasan Rumah Warga Di Silomukti Beterbangan

"Saya tidak menyangka, karena angin itu datang sangat kencang," ujar Muriyanto kepada anggota tim TRC BPBD Situbondo, Rabu (14/1/2026)

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
BPBD Situbondo
BETERBANGAN - Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan di bagian atap akibat terdampak angin puting beliung di Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Rabu (14/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bencana angin puting beliung melanda kawasan Desa Silomukti Situbondo dan merusak belasan rumah warga.
  • Angin datang bersamaan turunnya gerimis di Kecamatan Mlandingan dan menerbangkan atap 16 rumah warga.
  • BPBD Situbondo masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terdampak dan kerugiaan materiil belum diketahui.

 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Belasan rumah warga di Situbondo mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung yang mendadak datang, Selasa (13/1/2026) sore lalu.

 Angin berputar itu melanda wilayah Dusun Krajan, Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan.

Tidak ada korban dalam bencana tersebut, namun angin yang datang sekitar pukul 15.30 WIB itu  menyebabkan belasan rumah rusak terutama pada bagian atap.

Salah seorang warga menuturkan, semua berawal hujan gerimis dan tiba-tiba angin kencang datang dan merusak atap rumahnya.

"Saya tidak menyangka, karena angin itu datang sangat kencang," ujar Muriyanto kepada anggota tim TRC BPBD Situbondo, Rabu (14/1/2026).

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto membenarkan bencana angin puting beliung yang melanda Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan itu.

Menurut Sruwi, angin kencang itu terjadi diawali hujan gerimis dan menyebabkan rumah warga yang rusak. "Berdasarkan pendataaan, ada 16 rumah waga yang terdampak," kata Sruwi.

Dari belasan rumah yang diterjang angin kencang itu, kata Sruwi, satu rumah rusak berat dan tiga rusak sedang serta 12 rusak ringan.

"Tetapi kami masih akan croscek dan melakukan pendataan ulang, karena khawatir masih ada rumah yang terdampak," ujarnya. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved