Rabu, 3 Juni 2026

PBNU Luncurkan Gerakan Pesantrenku Aman, Target 1.000 Pesantren Bebas Kekerasan

PBNU meluncurkan Gerakan Pesantrenku Aman untuk menciptakan lingkungan santri bebas kekerasan.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Galih Lintartika
KEKOMPAKAN - Para pengurus pesantren saat mengikuti deklarasi gerakan basional Pesantrenku Aman. 

Ringkasan Berita:
  • PBNU mengajak pesantren membangun lingkungan aman dan ramah bagi santri.
  • Sebanyak 1.000 pesantren ditargetkan mengadopsi sistem perlindungan santri.
  • Program diawali di Pasuruan dan akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.


SURYA.CO.ID PASURUAN - Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU resmi meluncurkan Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” di Pondok Pesantren Al Yasini, Pasuruan, Selasa (2/6/2026).

Gerakan yang mengusung tema "Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan" tersebut menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Peluncuran program diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas pengasuh pesantren, dewan guru, pengurus, musyrif dan musyrifah, hingga para santri dari berbagai daerah.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa perlindungan terhadap santri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan generasi bangsa.

Baca juga: Edukasi Humanis Polres Lamongan, Santri Pesantren Dikenalkan Teknik SAR di Perairan

“Santri adalah amanah yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, sekaligus dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Karena itu, mewujudkan pesantren yang aman menjadi bagian penting dari khidmah pesantren,” ujar Gus Yahya.

Menurutnya, PBNU berkomitmen memperkuat sistem perlindungan santri melalui langkah-langkah yang terstruktur agar lingkungan pesantren tetap menjadi ruang belajar yang sehat dan kondusif.

Ketua RMI PBNU, Hodri Ariev, mengatakan gerakan tersebut bukan sekadar deklarasi seremonial, melainkan langkah nyata membangun kesadaran bersama untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pesantren.

“Ini adalah ikhtiar bersama agar pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu,” katanya.

Target 1.000 Pesantren Terapkan Sistem Perlindungan Santri

Ketua SAKA PBNU, Alissa Wahid, menekankan pentingnya upaya pencegahan, penanganan cepat, hingga pendampingan korban apabila terjadi kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

Baca juga: PBNU Pastikan Munas-Konbes Digelar Pertengahan Juni 2026, Tentukan Arah Muktamar ke-35 NU

Menurutnya, perlindungan anak harus menjadi perhatian seluruh elemen pesantren, mulai dari pengasuh, tenaga pendidik, hingga para santri.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi tersebut, RMI PBNU menargetkan sedikitnya 1.000 pesantren di bawah naungannya mengadopsi pakta integritas dan sistem perlindungan santri yang terukur.

Selain deklarasi, kegiatan juga diisi berbagai pelatihan dan edukasi bagi peserta. Para santri mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan reproduksi, etika pergaulan, serta literasi digital.

Sementara itu, pengasuh pesantren dan pembimbing asrama mengikuti pelatihan psikologi anak serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penanganan korban kekerasan.

Agenda lain yang turut digelar adalah halaqah pengasuh pesantren untuk menyamakan persepsi mengenai pola pengasuhan yang berorientasi pada perlindungan hak-hak anak dan kemaslahatan santri.

Deklarasi Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” ditutup dengan doa bersama serta pembacaan komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan pesantren yang bebas dari kekerasan.

Setelah diluncurkan di Pasuruan, program ini akan diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan sistem perlindungan santri di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia.
 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved