Jumat, 5 Juni 2026

Balon Udara Jatuh di Atap MTsN 3 Blitar, Bangunan Sekolah Nyaris Terbakar

Balon udara jatuh dan nyaris membakar MTsN 3 Blitar, Jatim pada Selasa malam. Berikut kronologi aksi cepat penjaga sekolah cegah api merambat.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Damkar Kabupaten Blitar
NYARIS TERBAKAR - Petugas melakukan pemadaman balon udara yang jatuh di atap bangunan MTsN 3 Blitar, Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026). Aksi sigap penjaga sekolah dan warga sekitar menjadi kunci penyelamatan gedung pendidikan tersebut dari kobaran api yang lebih besar. 
Ringkasan Berita:
  • Gedung MTsN 3 Blitar Jatim nyaris terbakar setelah sebuah balon udara jatuh di atas atap sekolah pada Selasa (13/1/2026) malam.
  • Penjaga sekolah dan warga sigap memadamkan api secara manual sebelum merembet ke seluruh bangunan galvalum.
  • Damkar Kabupaten Blitar melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dengan taksiran kerugian material mencapai Rp 1 juta.

SURYA.CO.ID, BLITAR – Bahaya menerbangkan balon udara tanpa awak kembali terbukti. Bangunan MTsN 3 Blitar yang berlokasi di Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), nyaris hangus terbakar setelah sebuah balon udara misterius jatuh tepat di atas atap sekolah pada Selasa (13/1/2026) malam.

Aksi sigap penjaga sekolah dan warga sekitar, menjadi kunci penyelamatan gedung pendidikan tersebut dari kobaran api yang lebih besar.

Kronologi Jatuhnya Balon Udara

Peristiwa mendebarkan ini pertama kali diketahui oleh Faurit (35), penjaga sekolah, saat suasana mulai sepi. 

Sekitar Selasa malam, ia melihat benda besar bercahaya turun perlahan dari langit dan mendarat di atas gedung sekolah.

Khawatir api dari sumbu balon akan merambat ke seluruh bangunan, Faurit bersama warga segera melakukan upaya pemadaman manual. 

"Penjaga sekolah dibantu warga berusaha menurunkan balon udara dan memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas tiba," ujar Tedi Prasojo, Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Blitar.

Respons Cepat Tim Damkar Blitar

Menerima laporan darurat tersebut, tim Damkar Kabupaten Blitar langsung meluncur ke lokasi, untuk memastikan api benar-benar padam dan melakukan pembasahan.

"Setelah mendapat laporan, kami segera ke lokasi. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kerugian material akibat kerusakan kecil di atap sekolah ditaksir sekitar R p1 juta," tambah Tedi, Rabu (14/1/2026).

Polisi Pastikan Atap Galvalum Minimalisir Dampak

Kapolsek Srengat Polres Blitar Kota, Kompol Randhy Irawan, mengonfirmasi bahwa anggotanya telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP awal. 

Menurutnya, material bangunan cukup membantu mencegah api menyebar cepat.

"Balon udara tersebut jatuh di atas atap sekolah yang kebetulan terbuat dari galvalum, sehingga api tidak langsung melahap struktur utama," jelas Kompol Randhy. 

Meski demikian, pihak sekolah memutuskan untuk tidak membuat laporan kepolisian secara resmi atas kejadian tersebut.

Pihak otoritas kembali mengimbau masyarakat, agar tidak menerbangkan balon udara secara sembarangan, karena dapat membahayakan pemukiman dan objek vital lainnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved