Senin, 15 Juni 2026

DLH Mojokerto Perketat Pengawasan Pembuangan Limbah Ternak

DLH Kabupaten Mojokerto memperketat pengawasan, guna mengantisipasi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ternak

Tayang:
Surya.co.id/Mohammad Romadoni
LIMBAH TERNAK: - SuasanaKantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Jalan Pemuda, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (9/1/2026). DLH perketat pengawasan antisipasi pembuangan limbah ternak yang dampaknya menimbulkan bau menyengat seperti yang dikeluhkan warga Dusun Pandisari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto perketat pengawasan pembuangan limbah ternak untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan
  • Petugas DLH temukan 3 lokasi pembuangan limbah ternak yang ditimbun untuk diolah menjadi pupuk. Namun, pemilik lahan belum mengurus perizinan terkait pengolahan pupuk organik dari limbah ternak. 
  • DLH sebut pengolahan hingga penempatan yang tidak sesuai sehingga menimbulkan dampak aroma tidak sedap menyengat pencemaran udara. 

 

SURYA.CO.ID,  MOJOKERTO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto memperketat pengawasan, guna mengantisipasi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ternak. 

Langkah ini diambil menyusul aduan warga yang mengeluh bau menyengat dampak pembuangan limbah ternak di lahan bekas galian-C Dusun Pandisari, Desa Sawo, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, (Jatim). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono menegaskan, pengawasan diperketat untuk memastikan tidak ada lagi pembuangan limbah ternak sembarangan yang dampaknya merugikan masyarakat. 

Pembuangan Limbah Ternak

Petugas DLH menemukan 3 lokasi pembuangan limbah ternak yang ditimbun untuk diolah menjadi pupuk. 

"Memang benar ditemukan lokasi tempat pembuangan limbah di Desa Sawo yang ini dalam proses pengawasan kami. Nantinya terus kami kembangkan dalami asalnya dari mana dan untuk apa limbah tersebut," ujar Rachmat di DLH Kabupaten Mojokerto, Jumat (9/1/2026). 

Baca juga: DLH Mojokerto Datangi Sumber Bau Limbah Ternak di Kutorejo, Ternyata Jadi Pengolahan Kotoran Ayam

Ia menjelaskan, dari pengakuan pemilik berinisial (AM) limbah ternak berupa kotoran ayam ras petelur berasal dari salah satu peternakan di wilayah Mojokerto. 

Rencananya, limbah ternak itu dikumpulkan yang nantinya dijadikan  pupuk kompos. 

Namun temuan di lokasi, pemilik lahan belum mengurus perizinan terkait pengolahan pupuk organik dari limbah ternak. 

"Penanganan ini harus segera kita laksanakan, pengawasan maupun penanganan terkait masalah dampak dari kegiatan tersebut," tegas Rachmat. 

Timbulkan Pencemaran Udara

Rachmat menyebut, pengolahan hingga penempatan yang tidak sesuai sehingga menimbulkan dampak aroma tidak sedap menyengat pencemaran udara. 

Di tiga lokasi itu, tumpukan limbah ternak dalam kondisi kering, basah dan berbentuk seperti lumpur. 

"Ini yang menjadi imbas dari penyebab bau menyengat, karena tata kelola yang tidak sesuai dengan aturan," bebernya. 

Baca juga: Warga Desa Sawo Kabupaten Mojokerto Keluhkan Bau Menyengat Diduga dari Pembuangan Limbah Ternak

Ia menambahkan, sebenarnya limbah yang bersifat organik pasti menimbulkan bau namun dengan pengolahan secara benar dapat meminimalisir hal tersebut. 

"Sebenarnya bagus kalau limbah (Organik) digunakan untuk pupuk asalkan pengolahannya tepat," tukasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved