Rabu, 22 April 2026

Kasus HIV/AIDS di Madiun Tembus 1.810 Penderita, Jiwan dan Saradan Tertinggi

Kasus HIV/AIDS di Madiun, Jatim, capai 1.810 penderita. Jiwan dan Saradan tertinggi. Dorong kolaborasi masyarakat untuk percepatan penanganan

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Febrianto Ramadani
KASUS HIV/AIDS DI MADIUN - Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat ditemui di Kecamatan Mejayan pada kesempatan yang berbeda. Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa tingginya kasus dalam penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, Jatim, tembus 1.810 penderita hingga November 2025.
  • Jiwan dan Saradan jadi penyumbang kasus AIDS tertinggi di Kabupaten Madiun.
  • Bupati Madiun, Hari Wuryanto dorong kolaborasi masyarakat dan desa untuk percepatan penanganan.

SURYA.CO.ID, MADIUN - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), masih menjadi persoalan serius. Hingga November 2025, jumlah penderita mencapai 1.810 orang berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

1.810 Penderita HIV/AIDS, Jiwan dan Saradan Tertinggi

Dinkes Kabupaten Madiun mencatat total 1.810 penderita, yang terdiri dari 294 kasus HIV dan 1.516 kasus AIDS.

Dua kecamatan menjadi penyumbang kasus AIDS tertinggi, yakni Kecamatan Jiwan dengan 181 kasus, disusul Kecamatan Saradan sebanyak 170 kasus.

Bupati Madiun: Penanganan Tidak Bisa Dibebankan ke Pemerintah Saja

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa tingginya angka tersebut menunjukkan penularan HIV/AIDS masih memerlukan perhatian khusus.

“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah,” ujar Hari Wuryanto, Rabu (10/12/2025).

Mas Hari Wur, sapaan akrabnya, menilai penanganan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama.

“Banyak penderita HIV/AIDS merasa malu dan menjauh dari lingkungan. Kondisi seperti ini justru menghambat penanganan,” tuturnya.

Dorongan Keterlibatan Desa dan Deteksi Dini

Hari Wuryanto menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam memantau warga yang menunjukkan gejala penyakit menular.

“Keterbukaan menjadi kunci agar tenaga kesehatan bisa melakukan intervensi lebih cepat,” tegasnya.

Pemkab Intensifkan Edukasi dan Pemeriksaan Mobile

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menyatakan terus memperluas edukasi, kampanye sadar HIV dan pemeriksaan mobile ke desa-desa.

“Dengan tingginya angka kasus, terutama di Jiwan, Saradan, Pilangkenceng, hingga Wungu, kami berharap kolaborasi masyarakat dapat mempercepat penanganan,” pungkas Bupati Hari Wuryanto.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved