Bersama Kemenko PMK Dan WFP, Pemkab Pasuruan Optimalkan Model Gizi Anak Sekolah Terintegrasi
model gizi anak sekolah terintegrasi menghubungkan tiga sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan masyarakat.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
Hasil kerja kolaboratif tersebut terbukti nyata. Pemkab Pasuruan berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dan mendapatkan insentif fiskal Rp 7 miliar dari pemerintah pusat.
“Ini bentuk apresiasi atas kerja keras bersama. Namun tantangan belum selesai. Selain stunting, kami juga harus mengantisipasi masalah gizi lain seperti obesitas dan anemia,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekitar 22,5 persen dari total penduduk Kabupaten Pasuruan merupakan anak-anak dan remaja usia 0–14 tahun. Karena itu, pemda terus memantau pelaksanaan program MBG agar berjalan konsisten dan berdampak luas.
“Mereka adalah masa depan Pasuruan. Maka tanggung jawab kita memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya,” pungkasnya. *****
tambahan gizi anak sekolah
asupan gizi anak sekolah terintegrasi
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo (Mas Rusdi)
Kemenko PMK
World Food Program (WFP)
Gerakan Sekola Sehat (GSS)
Pasuruan
Meaningful
Multiangle
| Bayi Dibuang di Sungai Banyuwangi Diotopsi, Diduga Langsung Dibuang Setelah Dilahirkan |
|
|---|
| Prediksi Skor Malut United vs Persebaya, Ciro Alves dan Riyan Jadi Pembeda |
|
|---|
| Pengunduran Diri Kiai Mutawakkil, MUI Jatim Lakukan Reposisi Pengurus |
|
|---|
| Common Grounds Hadirkan Behind The Bar, Edukasi dan Sajikan Kopi Kelas Dunia Di Surabaya |
|
|---|
| KPK Periksa 9 Pejabat Tulungagung, Dalami Surat Sakti Pemerasan OPD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengembangan-gizi-Pasuruan.jpg)