Kamis, 23 April 2026

Inspektorat Jember Dalami Mark-Up Klaim BPJS di RSD Balung, Ada Dokter Spesialis Ortopedi Terlibat

“Belum ada pemeriksaan kepada terlapor. Kami Pulbaket (Pengumpulan Bahan Keterangan) masih meminta informasi dan data saja,” tambah Ratno.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
surya/Imam Nahwawi (ImamNahwawi)
KLAIM BPJS - Ratno C Sembodo, Kepala Inspektorat Pemkab Jember mengungkapkan pemeriksaan RSD Balung Jember atas dugaan penggelembungan klaim BPJS Kesehatan. 
Ringkasan Berita:
  • Inspektorat Pemkab Jember memeriksa manajemen RSD Balung atas dugaan penggelembungan klaim pembayaran BPJS Kesehatan.
  • Penggelembungan klaim BPJS itu diduga melibatkan seorang dokter spesialis ortopedi dan juga dilakukan di rumah sakit lain.
  • Besaran klaim BPJS yang digelembungkan tetap tidak disebutkan.

 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Inspektorat Pemkab Jember akhirnya memeriksa manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung, Selasa (4/11/2025). Pemeriksaan itu sebagai tindak lanjut atas dugaan mark-up atau penggelembungan klaim BPJS Kesehatan.

Kepala Inspektorat Pemkab Jember, Ratno C Sembodo mengungkapan, pemeriksaan dilakukan tim yang terdiri dari tujuh orang, guna menggali keterangan awal kasus ini.

"Terdiri atas lima orang yang bekerja di lapangan dan dua orang supervisor. Informasi awal, dokter yang melakukan manipulasi tersebut bukan tenaga tetap RSD Balung, melainkan tenaga kontrak," kata Ratno.

Sementara ini pemeriksaan masih menyasar sejumlah bidang di RSD Balung. Khususnya mereka yang berurusan dengan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Belum ada pemeriksaan kepada terlapor. Kami Pulbaket (Pengumpulan Bahan Keterangan) masih meminta informasi dan data saja,” tambah Ratno.

Berdasarkan keterangan sementara, kata Ratno, dokter tersebut sempat ditegur oleh Direktur RSD Balung Jember pada 2023, karena berulang kali menggelembungkan klaim JKN.

"Karena terindikasi melakukan mark-up tindakan medis itu tadi. Tetapi ternyata berulang. Nah, ini data detailnya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Ratno.

Dokter Spesialis Gelembungkan Klaim

Menurutnya, pihaknya belum bisa memperkirakan sanksi kepada dokter ini, sebab yang bersangkutan bukan pegawai tetap RSD Balung. "Masih kami cari alternatif celah regulasinya bagaimana, atau kami limpahkan dan laporkan ke institusinya,” imbuhnya.

Selain itu, Ratno juga akan memeriksa standar operasional prosedur (SOP) RSD Balung, sebab dikhawatirkan pelaku manipulasi klaim JKN tidak sendirian.

"Saat dokter memberikan tindakan, harus ada semacam otorisasi, persetujuan dan sebagainya. Nah, ini yang sedang kami dalami. Apakah ini pelaku tunggal atau memang ada kelemahan di sistem pengendalian internalnya,” tuturnya.

Sementara Direktur RSD Balung, Nurullah mengatakan, pelaku manipulasi klaim pasien BPJS Kesehatan tersebut seorang dokter spesialis bedah ortopedi.

"Oknum dokter spesialis bedah ortopedi. Manipulasi ini tidak hanya dilakukan di RS Balung saja tetapi juga di dua rumah sakit," kata Nurullah. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved