Unisla Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Paciran Lamongan
Unisla melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di area pantai Tunggul, Paciran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Universitas Islam Lamongan (Unisla) menunjukkan keperduliannya terhadap kondisi ekosistem pesisir pantai laut di Lamongan, Jawa Timur yang tak terjaga dan rawan abrasi.
Unisla melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di area pantai Tunggul, Paciran, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan ini dengan menggandeng pelajar, mahasiswa, serta nelayan pantura Paciran Lamongan.
"Gerakan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem baru yang bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat dan pantai laut Paciran bisa terjaga," ujar Rektor Unisla Lamongan, Abdul Ghofur, Jumat (17/10/2025).
Baca juga: Kabupaten Lamongan Kini Miliki 474 KDMP, Ini Jumlah yang Sudah Mempunyai Kantor
Para mahasiswa Unisla, pelajar serta nelayan setempat mendukung langkah Unisla yang memelopori penanaman 1000 pohon mangrove yang berlangsung di pantai Tunggul, Kecamatan Paciran.
Ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah desa untuk menangani masalah lingkungan di daerah pesisir Lamongan.
Diungkapkan, Desa Tunggul memiliki potensi alam yang sangat besar, terutama di sektor perikanan dan peternakan.
Baca juga: Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 200 Ribu Pelanggan di Triwulan III 2025
Namun saat ini dihadapkan dengan risiko abrasi yang semakin parah akibat kurangnya vegetasi penahan ombak.
"Kami kaji, kami evaluasi. Dan untuk menangani kondisi pantai ini harys dilakukn penanaman mangrove," kata Ghofur.
Pohon mangrove yang tidak hanya berfungsi sebagai perisai alami terhadap abrasi, tetapi juga diharapkan dapat membentuk ekosistem baru yang mendukung pertumbuhan biota laut.
Pihaknya menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan gerakan ini.
Baca juga: Penanaman 3.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik di Banyuwangi untuk Jaga Lingkungan Pesisir
Ghofur juga mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi ekosistem pesisir yang cukup kritis.
Dan berdasarkan analisis, area pantai Tunggul saat ini tidak memiliki tanaman penjaga pantai yang membuatnya rentan terhadap angin kencang dan ombak besar.
Ia mencatat bahwa masalah serupa terjadi di daerah pesisir lain, seringkali akibat aktivitas reklamasi yang tidak diikuti dengan penanaman vegetasi pengganti.
Sementara itu, Kepala Desa Tunggul, Mohammad Yasin mengapresiasi apa yang telah dilakukan Unisla untuk wilayah yang dipimpinnya.
| BEM Unesa Kerahkan 150 Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi di Gedung Grahadi Surabaya |
|
|---|
| Semangat Belajar Lusy Sukmawati Raih Gelar Sarjana Hukum Ubhara di Usia Senja |
|
|---|
| Persela Lamongan Pertahankan Empat Pemain Kunci untuk Championship 2026/2027 |
|
|---|
| Reaksi Sony Sonjaya Tahu Elza Syarief Mundur dari Tim Hukumnya, Langsung Kirim Surat Cabut Kuasa |
|
|---|
| Tim Futsal SMA Muhammadiyah 8 Gresik Siap Hadapi SMAN 1 Manyar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pemerintah-desa-untuk-menangani-masalah-lingkungan-di-daerah-pesisir-Lamongan.jpg)