Siapkan 11.000 Dosis Vaksin Campak Untuk Balita, Pemkab Jember Terjunkan 1000 Nakes Ke Desa-Desa

Menurutnya, imunisasi nantinya akan dilakukan semudah mungkin, supaya semua balita di Jember bisa divaksin.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
surya/imam nahwawi (imamNahwawi)
VAKSIN CAMPAK - Bupati Jember, Muhammad Fawait memaparkan ketersediaan vaksin campak untuk balita di Jember, sebagai antisipasi setelah merebaknya KLB di Sumenep, Kamis (28/8/2025). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Pemkab Jember telah menyiapkan 11.000 dosis vaksin untuk memerangi penyebaran penyakit campak agar tidak menjadi epidemi.

Hal itu dilakukan karena sudah ada 36 anak di Jember positif terpapar campak sehingga diperlukan percepatan penanganan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, 11.000 dosis vaksin campak nantinya digunakan untuk imunisasi pada anak agar kebal atau terbentuk imunitasnya.

"Nanti kalau kurang kami akan minta lagi, jadi tidak perlu khawatir menganai imunisasi campak bagi anak-anak Kabupaten Jember," kata Gus Fawait, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, imunisasi nantinya akan dilakukan semudah mungkin, supaya semua balita di Jember bisa divaksin.

"Apakah harus di sekolah atau di balai desa atau di samping rumah masing-masing. Nanti akan kami kaji, agar semudah mungkin dilakukan," kata Gus Fawait.

Selain itu, Gus Fawait telah menerjunkan 1.000 tenaga kesehatan (nakes) di desa-desa. Mereka akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap balita. "Ke-1.000 nakes itu nantinya akan melakukan skrinning terhadap balita untuk mitigasi campak," imbuhnya.

Karena itu, Gus Fawait meminta kepada masyarakat yang punya balita agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan anaknya di bidan setempat. "Kalau masih ada kesulitan terkait imunisasi campak, bisa lapor di saluran Wadul Gus'e," paparnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember, Ahmad Helmi Lukman mengatakan, 36 anak terpapar campak karena sebelumnya orangtua mereka menolak saat dilakukan vaksinasi.

"Mereka takut itu vaksinasi akan berdampak lain terhadap anaknya. Bahkan ketika di sekolah, ada orangtua yang titip ke guru agar tidak disuntik," tambahnya.

Dan dari ke-36 anak yang sakit campak itu, tidak sampai berujung pada fatalitas karena telah mendapat perawatan. Bahkan anak dengan gejala parah dirawat inap di Puskesmas.

"Dua anak di rawat inap di Puskesmas, karena sampai muntah-muntah dan panas. Tetapi kami sudah berikan vitamin, agar kekebalan tubuhnya pulih," ucapnya.

Helmi menjelaskan, gejala fisik bagi penderita campak di antaranya tubuhnya panas dan muncul bintik-bintik menyerupai cacar air di kulitnya.

"Rata-rata hal itu dialami anak di bawah umur 5 tahun. Proses penyembuhannya kalau intensif pengobatan satu minggu Insya Allah sembuh," ulasnya. *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved