Mengenal Perlinsos Digital, Sistem Baru Penyaluran Bansos Surabaya
Pemkot Surabaya bersama Komdigi uji coba Perlinsos Digital untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran lewat verifikasi wajah.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya bersama Komdigi RI menguji coba program Perlinsos Digital untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bansos.
- Sistem Perlinsos Digital mengintegrasikan data kependudukan dan menerapkan verifikasi wajah melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD).
- Surabaya mengerahkan 12.500 agen pendamping untuk membantu pendaftaran warga yang tidak memiliki gawai pintar.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi RI) meluncurkan uji coba program Perlinsos Digital, untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran melalui integrasi data kependudukan.
Sosialisasi Perlinsos Digital (Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi) dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) ini di dua lokasi, yaitu:
- Joglo Cak Markeso di Jalan Ketandan Lor, Surabaya.
- Kantor Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya.
Program inovatif ini menyasar kelompok masyarakat yang berada dalam kategori desil 1 hingga desil 4 kesejahteraan sosial.
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi RI, Wijayakusuma Wardana, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menyatukan data penerima manfaat agar tidak terjadi tumpang tindih.
"Tujuannya mengintegrasikan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah agar lebih tepat sasaran. Kami mencoba digitalisasi, termasuk verifikasi wajah dan data, untuk memastikan apakah penerima layak atau tidak," ujar Wijayakusuma.
Keunggulan dan Fitur Perlinsos Digital
Program Perlinsos Digital menghadirkan sejumlah terobosan dalam verifikasi data kemiskinan:
- Verifikasi Wajah (Biometrik): Meminimalisasi risiko manipulasi identitas penerima bansos.
- Integrasi IKD: Terkoneksi langsung dengan Identitas Kependudukan Digital dari Ditjen Dukcapil Kemendagri.
- Sistem Sanggah: Warga dapat melakukan klarifikasi jika terjadi kesalahan deteksi aset otomatis.
Alur Pendaftaran Mandiri Lewat IKD
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDLN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Mensuseno, menuturkan bahwa Surabaya merupakan salah satu daerah pilot project program ini. Warga yang memiliki ponsel pintar dapat mendaftar secara mandiri dengan langkah-langkah berikut:
- Mengakses situs resmi di
https://perlinsos.kemensos.go.id/https://perlinsos.kemensos.go.id/. - Memilih opsi masuk menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
- Memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan PIN IKD yang telah diaktivasi.
- Menyetujui pembagian data ke sistem Kementerian Sosial (Kemensos).
- Melakukan verifikasi wajah untuk pencocokan data Dukcapil.
"Harapannya, pendaftaran bantuan pemerintah bisa dilakukan secara digital. Lebih cepat, transparan, dan lebih baik," kata Mensuseno.
Antisipasi Kendala dan Kesiapan 12.500 Agen
Meski sempat terjadi kendala teknis pada aplikasi saat uji coba, pihak Komdigi memastikan masalah tersebut telah diidentifikasi dan diatasi secara cepat.
Untuk menjangkau warga yang tidak memiliki perangkat elektronik atau kesulitan teknologi, Pemkot Surabaya telah menyiagakan ribuan petugas lapangan.
Kepala Dinas Kominfo Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan pihaknya menyiapkan sekitar 12.500 agen pendamping yang terdiri dari ketua RT, RW, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Warga tetap bisa mendaftar melalui agen. Jadi meskipun tidak punya perangkat, tetap bisa mengakses program ini," tegas Eddy.
Data pendaftar Perlinsos Digital, nantinya terhubung dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang terintegrasi dengan 16 kementerian dan lembaga negara.
Jika sistem mendeteksi pendaftar memiliki aset yang tidak sesuai kriteria penerima bansos, pengajuan otomatis ditandai.
"Dengan sistem ini, potensi tebang pilih bisa diminimalkan, karena semuanya berbasis data lintas lembaga," tutup Eddy.
berita Surabaya hari ini terbaru
Perlinsos Digital
bansos Surabaya
Komdigi
verifikasi wajah
Identitas Kependudukan Digital
penyaluran bansos Surabaya
Wijayakusuma Wardana
Mensuseno
Eddy Christijanto
Surabaya
verifikasi bansos
bantuan sosial
Meaningful
Multiangle
| Revitalisasi Pasar tanpa Relokasi Ala Pemkot Surabaya, Target 15 Pasar Tradisional |
|
|---|
| Dolar AS Sentuh Rp 18.000, Pengusaha Baja Lamongan Sebut Dampaknya Sistemik |
|
|---|
| Sosok Emrus Sihombing, Pengamat yang Kritik Gaya Seskab Teddy saat Menanggapi Dino Patti Djalal |
|
|---|
| Bank Jatim Unjuk Gigi di Level Nasional, Komisarisnya Duduki Posisi Strategis FKDK |
|
|---|
| Update Sidang Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya, Sebut Kerugian Tembus Rp5 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sosialisasi-Perlinsos-Digital-Surabaya.jpg)