DPRD Jatim Desak Pemerintah Atasi Anjloknya Harga Telur: Peternak Protes
DPRD Jatim mendorong pemerintah atasi anjloknya harga telur dan rencana panggil dinas terkait di tengah keluhan peternak.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- DPRD Jatim berencana memanggil dinas terkait untuk membahas anjloknya harga telur di tingkat peternak.
- Peternak mengeluh harga jual turun jauh di bawah HAP, sementara biaya pakan meningkat.
- Aksi protes bahkan terjadi di Blitar dengan pembagian 1 juta butir telur ke masyarakat.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) meminta pemerintah pusat dan daerah segera merespons anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam keberlangsungan usaha peternak jika tidak segera ditangani.
DPRD Jatim melalui Komisi B berencana memanggil dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, untuk meminta penjelasan sekaligus mencari solusi konkret atas fenomena tersebut.
Baca juga: Harga Telur Terus Turun, Peternak Jatim Rugi Capai Rp3 Juta per Hari
DPRD Jatim Siapkan Pemanggilan Dinas Terkait
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma Susanti, menegaskan pihaknya memberi perhatian serius terhadap kondisi harga telur yang terus merosot di tingkat peternak.
“Komisi B memang rencana demikian (memanggil dinas terkait),” ujarnya saat dikonfirmasi SURYA.co.id dari Surabaya, Selasa (2/6/2026).
Ia menambahkan, DPRD Jatim tidak ingin kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, karena dapat berdampak pada keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.
Baca juga: Harga Telur Anjlok, Pemprov Jatim Siapkan Subsidi Jagung untuk Peternak
Harga Telur Turun di Bawah Harga Acuan Pemerintah
Para peternak di sejumlah wilayah Jawa Timur mengeluhkan harga telur yang terus turun dalam dua bulan terakhir. Saat ini, harga telur di tingkat peternak hanya berada di kisaran Rp21.000 per kilogram (kg).
Padahal, harga acuan pemerintah (HAP) berada di kisaran Rp24.500 hingga Rp26.500 per kg.
Kondisi yang dikeluhkan peternak:
- Harga telur turun signifikan dalam 2 bulan terakhir
- Biaya pakan justru mengalami kenaikan
- Peternak terancam merugi hingga berpotensi gulung tikar
Dorongan Subsidi Pakan dan Penyerapan Program MBG
Untuk merespons kondisi tersebut, pemerintah sebelumnya disebut tengah menyiapkan skema subsidi harga jagung melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
DPRD Jatim juga mendorong agar kebijakan tersebut diperkuat, termasuk memperluas penyerapan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Memang perlu, khususnya subsidi pakan ayam agar peternak tidak kolaps,” kata Erma.
Aksi Peternak: Bagi-Bagi 1 Juta Telur di Blitar
Protes peternak juga terjadi di wilayah Blitar. Ratusan peternak ayam petelur menggelar aksi damai dengan membagikan telur gratis kepada masyarakat di depan Kantor Bupati Blitar, Senin (1/6/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas anjloknya harga telur di tingkat kandang.
Fakta aksi peternak Blitar:
- Sekitar 1 juta butir telur dibagikan gratis
- Melibatkan 200 unit mobil pikap
- Diikuti peternak dari Blitar, Tulungagung, Kediri dan Trenggalek
Peternak Minta Harga Stabil Sesuai HAP
DPRD Jatim
harga telur anjlok
harga telur
peternak ayam petelur
subsidi pakan ayam
harga telur Jawa Timur
Erma Susanti
Surabaya
Jawa Timur
berita jawa timur hari ini
Berita Jawa Timur Terkini
berita Jawa Timur terbaru
Berita Jawa Timur
Meaningful
Multiangle
| Kuota Negeri Terbatas, Pemprov Jatim Optimalkan Beasiswa SMA dan SMK Swasta |
|
|---|
| Sosok Bruno Moreira Pamit dari Persebaya, Tinggalkan Jejak Gol dan Kedekatan dengan Bonek |
|
|---|
| Operasional Pipa Lumpur ke Kali Porong Sidoarjo Berhenti, Disebut Akibat Efisiensi |
|
|---|
| Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang Selama Libur Panjang |
|
|---|
| BPBD Tulungagung Siaga Kekeringan di 9 Kecamatan, 50 Tandon Air Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-B-DPRD-Jawa-Timur-Erma-Susanti.jpg)