Harga Telur Anjlok
Harga Telur Terus Turun, Peternak Jatim Rugi Capai Rp3 Juta per Hari
Harga telur di Jatim anjlok di bawah HPP, peternak rugi jutaan rupiah per hari dan minta pemerintah segera turun tangan.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Harga telur ayam di tingkat peternak Jawa Timur turun hingga Rp21.500 per kilogram, jauh di bawah HPP Rp24 ribu dan memicu kerugian jutaan rupiah per hari.
- Kenaikan harga pakan hingga 30 persen menjadi beban terbesar peternak ayam petelur. Harga jagung dan konsentrat yang terus naik membuat biaya produksi membengkak.
- Peternak di Jombang dan Lamongan menilai program Makan Bergizi Gratis belum berdampak pada penyerapan telur rakyat.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Keluhan mengenai rendahnya harga telur ayam masih terus disuarakan para peternak di Jawa Timur (Jatim). Para peternak ayam petelur mengaku terpukul akibat anjloknya harga telur dalam beberapa pekan terakhir, yang hingga kini belum mendapat solusi nyata dari pemerintah.
Harga telur di tingkat peternak saat ini disebut jauh berada di bawah biaya produksi. Kondisi tersebut membuat banyak peternak mulai kesulitan bertahan, karena biaya operasional terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pakan ternak.
Abdul Aziz, peternak ayam petelur di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, mengatakan harga telur dari kandang peternak saat ini hanya berkisar Rp21.500 hingga Rp22.500 per kilogram (kg).
Padahal, harga pokok produksi (HPP) telur mencapai sekitar Rp24 ribu per kg. Angka tersebut juga masih berada di bawah harga acuan pembelian produsen yang mencapai Rp26.500 per kg.
“Sudah sebulan ini harga telur ayam terus menurun. Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk membantu peternak. Jangan hanya saat harga tinggi pemerintah turun tangan, tetapi ketika harga anjlok seperti sekarang juga harus ada upaya nyata membantu peternak,” ujar Abdul Aziz pada Minggu (24/5/2026).
Harga Pakan Naik hingga 30 Persen
Selain harga telur yang terus merosot, peternak juga dibebani kenaikan harga pakan yang disebut mencapai hingga 30 persen dibanding beberapa waktu lalu.
Menurut Abdul Aziz, harga pakan ayam petelur sebelumnya berada di kisaran Rp390 ribu per karung berisi 50 kg. Kini harga tersebut terus mengalami kenaikan seiring naiknya harga jagung, konsentrat, hingga pengaruh nilai tukar dolar.
- Harga telur di tingkat peternak: Rp21.500–Rp22.500 per kg
- HPP telur ayam: sekitar Rp24 ribu per kg
- Harga acuan pembelian produsen: Rp26.500 per kg
- Kenaikan harga pakan: hingga 30 persen
- Kerugian peternak: Rp2 juta–Rp3 juta per hari
“Jagung dan konsentrat yang menjadi komponen utama pakan tidak pernah turun, malah terus naik. Apalagi nilai dolar ikut naik, sehingga harga pakan juga ikut terdongkrak. Kenaikannya bisa sampai 30 persen,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan pakan tidak bisa ditunda, karena harus diberikan setiap hari demi menjaga produktivitas ayam petelur.
“Pakan ini tidak bisa ditunda. Mau tidak mau harus tetap diberikan setiap hari. Jadi kalau harga telur tidak kunjung membaik, kami akan terus merugi karena biaya produksi naik, sementara harga jual sangat rendah,” tutur Abdul Aziz.
Baca juga: Harga Telur Anjlok, Pemprov Jatim Siapkan Subsidi Jagung untuk Peternak
Program MBG Dinilai Belum Berdampak
Peternak juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya disebut mampu menyerap produksi telur peternak dalam jumlah besar.
Namun hingga kini, Abdul Aziz menilai program tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan harga telur di tingkat peternak.
Ia bahkan menyebut kondisi saat ini hampir serupa dengan masa pandemi Covid-19, ketika harga telur jatuh drastis akibat lemahnya daya beli masyarakat.
“Daya beli masyarakat memang masih rendah. Sementara program MBG sampai sekarang belum ada imbasnya terhadap harga telur. Kami sebagai peternak hanya bisa bertahan semampunya,” ujarnya.
Saat ini Abdul Aziz masih mempertahankan usaha peternakan miliknya yang memiliki sekitar 250 ribu ekor ayam petelur. Meski terus merugi, ia mengaku belum ingin menutup usaha maupun mengurangi tenaga kerja.
| Regenerasi dan Restrukturisasi Jadi Fokus Pelantikan PAC PDIP Kabupaten Mojokerto |
|
|---|
| DPRD Jatim Usul MBG Perbanyak Menu Telur untuk Bantu Serap Produksi Peternak |
|
|---|
| Deni Wicaksono: Kader Muda PDIP Harus Tekan Pragmatisme Politik di Masyarakat |
|
|---|
| DPRD Jatim Desak Langkah Cepat Pemerintah Tangani Keluhan Harga Telur Anjlok Peternak |
|
|---|
| Dihantui Trauma, Penyanyi Surabaya Bagikan Pengalaman Jadi Korban Pelecehan Seksual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/peternakan-ayam-petelur-d-Jombang.jpg)