Kamis, 14 Mei 2026

Program SIKAP Jatim Dipuji Nasional: Halaman Sekolah Jadi Lahan Pangan

Program SIKAP Jatim ubah lahan kosong sekolah jadi kebun produktif. Hasil panen siswa dipamerkan di rakor nasional TPIP-TPID.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sulvi Sofiana
SIKAP - Hasil Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Jatim, dipamerkan dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP-TPID) Wilayah Jawa 2026, di Ballroom Hotel Westin Pakuwon Indah, Surabaya, Rabu (13/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) Jawa Timur dipamerkan dalam Rakor TPIP-TPID Wilayah Jawa 2026 di Surabaya.
  • Sekolah memanfaatkan lahan kosong menjadi area pertanian, peternakan, dan perikanan produktif yang melibatkan siswa secara langsung.
  • Berbagai hasil panen seperti pisang, cabai, telur omega, hingga sayuran dijual dalam bazar dan mendapat apresiasi peserta dari luar daerah.

SURYA.CO.ID, LAMONGAN -  Lahan kosong di sekolah-sekolah Jawa Timur (Jatim) kini tak lagi sekadar halaman biasa. Lewat Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), area yang sebelumnya tidak terpakai, disulap menjadi kebun produktif hingga menghasilkan aneka komoditas pangan bernilai ekonomi.

Program inovatif milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim itu bahkan mencuri perhatian dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP-TPID) Wilayah Jawa 2026, yang digelar di Ballroom Hotel Westin Pakuwon Indah, Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Sekolah Pamerkan Hasil Panen dan Produk Olahan

Dalam forum bertema penguatan produksi pascapanen dan distribusi pangan di tengah ketidakpastian global tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memamerkan hasil panen dan produk olahan dari sekolah-sekolah pelaksana Program SIKAP.

Beragam komoditas dipajang sekaligus dijual dalam bazar mulai pisang Cavendish, telur omega, jahe, ubi ungu, labu madu sereh. Juga berbagai jenis sayuran seperti cabai, terong, tomat, kacang panjang dan timun.

Tak hanya hasil pertanian segar, sejumlah produk olahan seperti aneka keripik juga ikut menarik perhatian peserta rakor nasional.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa Program SIKAP merupakan inovasi yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mendorong sekolah memanfaatkan lahan kosong menjadi area produktif.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, namun juga menjadi bagian integral dari proses pembelajaran yang kontekstual dan bermakna,” ujar Aries.

Belajar Langsung dari Praktik di Lapangan

Menurut Aries, program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapat pengalaman praktik langsung di lapangan.

“Kami berharap anak-anak bisa terkoneksi antara materi kurikulum dengan praktik di lapangan. Proses belajar menjadi lebih linier, anak-anak lebih bersemangat dan proaktif, karena mereka tidak hanya duduk di kelas,” katanya.

Dalam bazar tersebut, empat cabang dinas pendidikan ikut terlibat, yakni Cabdin Mojokerto, Tulungagung, Kediri dan Gresik.

Fakta Menarik Program SIKAP Jatim:

  • Memanfaatkan lahan kosong sekolah menjadi area produktif
  • Fokus pada pertanian, peternakan, dan perikanan sekolah
  • Siswa belajar praktik langsung di lapangan
  • Produk yang dijual mulai sayuran hingga telur omega
  • Total transaksi bazar mencapai Rp5.073.000
  • Harga produk berkisar Rp4.000 hingga Rp40.000

Aries menambahkan, Dindik Jatim terus membuka ruang inovasi agar setiap sekolah dapat mengembangkan program sesuai karakter dan potensi wilayah masing-masing.

“Melalui SIKAP, sekolah tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kemandirian dan kepedulian siswa terhadap ketahanan pangan dan lingkungan sejak dini,” ujarnya.

Dipuji Daerah Lain

Partisipasi Program SIKAP dalam rakor nasional tersebut mendapat apresiasi dari berbagai peserta, termasuk pemerintah daerah dari luar Jawa Timur.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Budi Santoso, mengaku terkesan dengan pemanfaatan lahan sekolah yang dilakukan satuan pendidikan di Jawa Timur.

“Hasilnya luar biasa, dengan memanfaatkan lahan-lahan yang kosong di halaman sekolah, ditanami pisang, sayur-sayuran, ada cabai, terong, pare, kacang panjang, dan ini bisa menghasilkan,” ujarnya saat meninjau stan pameran.

Menurutnya, program tersebut layak dijadikan contoh untuk diterapkan di daerah lain, termasuk di Provinsi Banten.

“Saya sangat mengapresiasi sekali, dan ini akan kami jadikan contoh nanti kalau saya pulang ke Banten. Banyak di Banten lahan yang kosong yang belum kami manfaatkan,” katanya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved