Selasa, 21 April 2026

IKK Jawa Timur Terus Naik, Khofifah: Konsumen Semakin Cerdas dan Kritis

IKK Jawa Timur naik hingga 66,34 pada 2025. Khofifah sebut konsumen makin cerdas & berperan penting dorong ekonomi transparan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
istimewa
IKK JAWA TIMUR - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) di Jawa Timur terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Ringkasan Berita:
  • Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Jawa Timur terus meningkat dari 55,40 (2022) menjadi 66,34 pada 2025, menunjukkan konsumen semakin cerdas dan kritis.
  • Gubernur Khofifah menilai konsumen berdaya menjadi fondasi penting dalam mendorong ekonomi yang transparan, berkeadilan, dan berdaya saing.
  • Penguatan literasi konsumen dan perlindungan melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menegaskan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) di Jawa Timur terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir:

Data menunjukkan, IKK Jawa Timur pada 2022 berada di angka 55,40. Angka tersebut meningkat menjadi 59,17 pada 2023, kemudian naik lagi menjadi 62,68 pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 66,34 pada 2025.

“Dengan IKK yang terus meningkat menunjukkan konsumen Jawa Timur semakin cerdas, semakin sadar akan hak dan kewajibannya, serta semakin selektif dalam menentukan pilihan,” jelas Gubernur Khofifah, Senin (20/4/2026).

Fondasi Ekonomi yang Kuat

Khofifah menilai konsumen yang berdaya, cerdas, kritis dan terlindungi merupakan fondasi utama dalam membangun perekonomian yang kuat.

Kondisi tersebut, dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.

“Dengan IKK yang terus meningkat, menunjukkan konsumen Jawa Timur semakin cerdas, semakin sadar akan hak dan kewajibannya, serta semakin selektif dalam menentukan pilihan,” jelas Khofifah.

Dukung Peran Jatim sebagai Gerbang Nusantara

Menurut Khofifah, penguatan peran konsumen juga menjadi faktor strategis dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Ia menegaskan, bahwa Jawa Timur tidak hanya menjadi pusat distribusi dan perdagangan, tetapi juga harus memiliki masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan digital.

“Sebagai Gerbang Baru Nusantara, Jawa Timur harus didukung oleh konsumen yang kuat. Konsumen yang cerdas akan mendorong pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab, inovatif, dan berdaya saing,” tegas Khofifah.

Perlindungan dan Literasi Konsumen

Khofifah menambahkan, perlindungan konsumen menjadi pilar penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap aktivitas ekonomi.

“Kepercayaan adalah modal utama dalam aktivitas ekonomi. Karena itu, perlindungan konsumen harus terus diperkuat melalui regulasi, edukasi, dan pengawasan yang berkelanjutan,” katanya.

Seiring perkembangan ekonomi digital, peningkatan literasi konsumen dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“Literasi konsumen harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan berdaya,” imbuh Khofifah.

Sinergi Jadi Kunci

Khofifah menegaskan, capaian peningkatan IKK tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat.

“Ke depan, sinergi ini harus terus diperkuat agar perlindungan konsumen semakin optimal dan aktivitas perdagangan berjalan transparan serta akuntabel,” katanya.

Poin Penting

  • IKK Jawa Timur naik dari 55,40 (2022) menjadi 66,34 (2025)
  • Menunjukkan konsumen semakin cerdas dan sadar hak
  • Konsumen berdaya jadi fondasi ekonomi kuat
  • Mendukung posisi Jatim sebagai pusat perdagangan nasional
  • Perlindungan dan literasi konsumen perlu diperkuat
  • Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat jadi kunci
Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved